Pengalaman Pertama Kali Deployment Layanan ke Client

Kalau harus menggambarkan perasaan hari itu dalam satu kata, aku nggak bisa. Rasanya campur aduk.

Ada kalanya deg-degan, ada kalanya biasa aja, dan ada kalanya santai karena memang sebelumnya sudah dites dan berhasil. Aneh, tiga perasaan itu bisa datang silih berganti dalam waktu yang berdekatan. Kadang baru tenang, tiba-tiba ada hal kecil yang bikin jantung naik lagi. Ya, namanya juga pertama kali mehehe.

Sebelum aku mulai men-deploy layanan AI di server client, Pak Arif terlebih dahulu menjelaskan beberapa poin penting mengenai layanan AI ini. Dari sisi client, mereka juga menjelaskan use case yang ingin mereka capai, lalu kami berdiskusi cukup panjang untuk menyamakan persepsi.

Diskusi ini jadi bagian yang menurutku penting. Bukan cuma soal teknis, tapi soal memastikan bahwa yang kami bangun memang menjawab kebutuhan mereka.

Saatnya Remote dan Mulai Deploy

Setelah semuanya sepakat bahwa yang akan di-deploy itu ke Telegram, aku mulai remote dan langsung eksekusi.

Prosesnya selesai. Dan alhamdulillah, tidak ada troubleshooting yang sulit. Semua hal yang muncul masih bisa diatasi. Momen itu rasanya lega banget, seperti menahan napas lama lalu akhirnya bisa mengembuskannya perlahan.

Tapi ada cerita dibalik troubleshooting nya wkwk.

Pas mulai masuk ke tahap troubleshooting, sebenarnya aku sudah cukup tenang karena aku tahu cara mengatasinya. Tapi kok ya… nggak berhasil. Jadilah aku mencari tahu cara lain lewat dokumentasi.

Di saat itulah, Kang Asep yang duduk di sebelahku bertanya, “Gimana? Apa yang belum?”

Aku jelaskan troubleshooting yang sedang kuhadapi, dan akhirnya Kang Asep ikut membantu. Nah, di titik ini aku mulai agak cemas. Rasanya gimana gitu kalau sampai orang lain harus turun tangan wkwk. Tapi satu hal yang aku pegang: pikirannya harus tetap tenang, tenang dan fokus.

Setelah semuanya ditangani bersama, barulah ketahuan kalau memang ada bug di script yang aku jalankan. Ya sudah, yang penting semuanya sudah aman dan AI-nya berjalan di server client dengan aman sentosa.

Reaksi Client yang Antusias

Begitu AI berhasil di-deploy, aku langsung mengabari tim client supaya mereka bisa melakukan testing dari sisi mereka.

Reaksinya? Antusias banget. Hampir seperti orang yang baru saja mendapat mainan baru. Setelah mereka mulai nyaman mencoba, mulailah bermunculan pertanyaan-pertanyaan:

“Kalau disambungkan ke …, apakah aman?”

“Cara pakainya selain lewat Telegram, bisa pakai apa lagi?”

dan beberapa pertanyaan lain yang justru menyenangkan untuk dijawab.

Yang Berhasil Hari Itu Bukan Cuma Kerja Satu Orang

Deployment langsung ke client tidak terjadi dalam semalam. Di balik semua itu, ada sederet testing dan progress yang harus dilalui, dan di balik keberhasilan hari itu ada banyak pihak yang berperan.

Salah satunya ada Pak Bos yang membuat script-nya sehingga bisa berjalan lancar, dan ada beberapa rekan yang turut membantu yang di sini tidak bisa aku sebutkan satu per satu. Terima kasih banyak atas bantuannya.

Ini pengalaman pertamaku men-deploy layanan ke client, dan rasanya memang campur aduk. Tapi justru dari campur aduk itu aku belajar banyak: bahwa ketenangan lebih penting daripada ego, bahwa bertanya dan dibantu bukan aib, dan bahwa kerja sama tim adalah yang membuat sesuatu benar-benar berjalan.

Kalau kamu sedang berada di momen yang sama pertama kali mengantar karya ke tangan orang lain nikmati saja gelisahnya. Karena setelahnya, kamu akan sadar bahwa gelisah itu adalah bagian dari tumbuh.

Segitu dulu cerita dari aku, see you guys!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *