Setelah kemarin sempet cerita soal integrasi AI Local dengan Dify, kali ini aku mau lanjut cerita oprekan baru yaitu: gimana caranya bikin AI Local-ku bisa baca email masuk, ngerangkum isinya, terus ngasih tau aku lewat Telegram.
Idenya sepele sih awalnya. Aku kepikiran, “kalau aku bisa nanya-nanya dokumen ke AI lokal sendiri, kenapa nggak sekalian dia yang mantengin inbox email aku juga?” Daripada tiap pagi buka-buka webmail satu-satu buat cek mana yang penting mana yang cuma notifikasi lewat doang, kenapa nggak biarin AI yang nyaring duluan?
Kedengerannya simpel. Ternyata prosesnya nggak sesimpel itu.
Nyambungin Dua Server yang Sebelumnya Nggak Pernah Ngobrol
Server AI Local-ku (yang jalanin Ollama sama Open WebUI) dan server webmail Zimbra-ku itu dua server yang beda, sama-sama di jaringan lokal tapi selama ini nggak pernah “kenalan”. Jadi hal pertama yang perlu dibereskan bukan soal AI-nya dulu, tapi soal jaringan: mastiin dua server ini bisa saling ngobrol lewat LAN.
Ternyata gampang kok cukup pastiin port IMAP (993) kebuka dan bisa diakses dari server satu ke server lain. Setelah itu, bikin akun khusus di Zimbra buat “dibaca” sama bot bukan pake akun pribadi, biar lebih aman kalau suatu saat kredensialnya perlu diganti.
Kirim Semua Email Sekaligus ke AI
Rencana pertamaku simpel: tiap ada email baru masuk, kumpulin semuanya, kirim ke model AI dalam satu kali “tanya”, minta dia ngerangkum semuanya sekaligus.
Waktu dites pertama kali… hasilnya aneh. AI-nya jawab soal hal-hal yang sama sekali nggak ada hubungannya sama email yang aku kirim.
Ternyata setelah ditelusuri, ini karena model yang aku pakai masih “nempel” ke fitur RAG (dokumen pengetahuan) dari project sebelumnya. Jadi tiap kali dipanggil, dia otomatis nyampur-nyampurin informasi dari dokumen lama itu ke jawabannya padahal aku cuma mau dia baca email doang, bukan nyari-nyari referensi ke mana-mana.
Solusinya: manggil model AI-nya langsung, skip semua lapisan RAG itu. Jadi dia beneran cuma liat apa yang aku kasih di prompt, nggak nyasar ke mana-mana lagi.
AI-nya Cuma Mau Baca 1 Email dari Banyak Email
Belum sempet lega, muncul masalah baru. Setelah RAG-nya dimatiin, aku tes lagi kirim 4 email sekaligus. Yang keluar di rekap cuma 1 email doang, 3 sisanya kayak ilang gitu aja.
Ternyata ini keterbatasan yang cukup umum buat model AI yang ukurannya kecil (aku pake yang 3 parameter doang, biar ringan jalan di server sendiri) dia gampang “lupa” atau nggak konsisten kalau disuruh proses banyak hal sekaligus dalam satu kali jawab.
Akhirnya aku ubah caranya: daripada nyuruh dia proses semua email borongan, aku bikin dia proses satu-satu. Tiap email dikirim terpisah, disuruh jawab singkat aja (masuk kategori apa, prioritasnya gimana), terus hasil dari semua email itu baru digabungin jadi satu rekap rapi tapi penggabungannya dikerjain sama kodenya sendiri, bukan sama AI-nya.
Ini pelajaran yang menarik buatku: kadang AI itu nggak perlu dikasih tanggung jawab besar sekaligus. Kalau tugasnya dipecah jadi bagian-bagian kecil yang jelas, hasilnya jauh lebih stabil dibanding disuruh mikirin semuanya sekaligus.
Hasil Akhirnya Gimana?

Sekarang alurnya jadi kayak gini:
- Script kecil buatanku ngecek inbox tiap beberapa menit sekali
- Kalau ada email baru, tiap email dikirim ke AI buat diklasifikasi masuk kategori “butuh direspon”, “komunikasi tim”, “promo/newsletter”, atau “notifikasi sistem” sekalian dikasih prioritas kalau memang perlu ditindaklanjuti
- Hasilnya dirangkum jadi satu pesan rapi
- Dikirim ke Telegram, jadi aku tinggal buka HP buat liat rekapnya
Yang menarik, ini bukan bikin AI jadi “agent” yang bisa mikir dan mutusin sendiri mau ngapain. Ini lebih ke automation biasa yang cuma numpang “otak” AI buat satu tugas kecil doang klasifikasi teks. Sisanya, alurnya tetap aku yang atur lewat kode.
Next, aku kepikiran mau nyoba nambahin fitur biar servicenya jalan otomatis terus tanpa perlu aku nyalain manual tiap kali. Nanti kalau udah jalan lancar, aku update lagi ceritanya di sini.
See you update selanjutnya ya bestt….