Ada masa di mana aku berpikir semua hal harus besar supaya bisa berarti, seperti:
Pencapaian besar, harus dapat kabar baik yang luar biasa dan harus menjadi seseorang yang bener-bener “jadi”.
Padahal, makin ke sini aku mulai sadar… ternyata banyak hal yang selama ini aku cari justru hadir dalam bentuk yang sederhana. Sederhana seperti pulang setelah hari yang panjang lalu bisa rebahan tanpa kepikiran apa-apa.
Sesederhana ada orang yang nanya, “hari ini capek ya?”. Sesederhana makan mie kuah saat cuaca dingin, atau bahkan cuman bisa tidur dengan keadaan tenang setelah beberapa malam terlalu ramai di kepala.
Dulu aku sering menganggap hal-hal kecil itu biasa saja, bahkan kadang tidak terlihat penting. Aku terlalu sibuk mengejar sesuatu yang jauh sampai lupa bersyukur dengan apa yang sudah ada di depan mata.
Lucunya, saat hidup kadang terasa berat. Justru hal-hal kecil itulah yang paling tenang dan aku jadi paham kalau bahagia tidak selalu datang dalam bentuk yang megah. Kadang juga bahagia cuman hadir sebagai jeda, rasa cukup dan sebagai perasaan “hari ini aku berhasil melewari semuanya!!”.
Dan ternyata, menjadi tenang jauh lebih menyenangkan dibanding terus-menerus ingin terlihat hebat. Sekarang aku tidak lagi terlalu memaksa semuanya harus sempurna, tidak juga semua hal harus cepat, dan tidak juga semua mimpi harus langsung tercapai hari ini.
Karena ternyata hidup bukan cuman tentang sampai ke tujuan, tapi juga tentang menikmati hal-hal kecil yang dulu sering terlewat dan ternyata sesederhana itu ya.
Aku nggak tahu kenapa, tapi malam selalu punya suasana yang berbeda.
Semakin malam, semuanya terasa lebih tenang. Chat mulai sepi, suara kendaraan berkurang, dan orang-orang mungkin sudah sibuk dengan dunianya masing-masing. Tapi justru di jam-jam seperti itu, isi kepalaku malah jadi paling berisik.
Kadang aku cuma rebahan sambil lihat langit-langit kamar, tapi pikiranku ke mana-mana.
Tiba-tiba inget hal-hal lama yang sebenarnya udah lewat. Inget obrolan kecil, kejadian random, orang-orang yang dulu dekat lalu perlahan asing. Bahkan hal memalukan beberapa tahun lalu pun kadang muncul lagi entah dari mana.
Lucu ya, otak manusia memang suka aneh kalau malam.
Ada juga momen dimana aku mulai mikirin masa depan. Tentang nanti hidupku bakal gimana, apakah semua yang aku usahakan sekarang bakal ada hasilnya atau nggak. Kadang aku takut tertinggal, takut gagal, takut ternyata aku nggak sebaik yang aku kira.
Dan semakin dipikirin, semakin susah tidur.
Padahal siang harinya aku terlihat biasa aja. Masih ketawa, masih ngobrol, masih menjalani hari seperti nggak ada apa-apa. Tapi malam memang selalu punya cara untuk membuka semua isi kepala yang dari tadi disibukkan.
Kadang aku juga merasa sepi, walaupun sebenarnya nggak benar-benar sendiri.
Entah kenapa ada malam-malam tertentu yang bikin semuanya terasa kosong. Bukan sedih yang besar, cuma perasaan aneh yang bikin hati terasa penuh tapi juga kosong di saat yang sama.
Biasanya kalau sudah begitu, aku cuma buka playlist lagu pelan, matiin lampu kamar, lalu mencoba menenangkan pikiranku sendiri.
Tapi belakangan ini aku mulai sadar kalau mungkin semua orang juga punya “berisiknya” masing-masing saat malam. Ada yang memikirkannya diam-diam, ada yang menulisnya, ada juga yang cuma memendam semuanya sendiri.Dan mungkin aku cuma salah satunya.
Sekarang aku nggak lagi terlalu memaksa diriku untuk selalu punya jawaban atas semua hal. Nggak semua ketakutan harus selesai hari ini. Nggak semua masa depan harus langsung terlihat jelas sekarang juga.
Kadang kita cuma butuh tidur, istirahat, lalu mencoba lagi besok pagi. Walaupun nanti malam isi kepala itu mungkin akan datang lagi.
Akhir-akhir ini aku sering merasa kalau hidup tuh seperti lomba. Semua orang terlihat sibuk, punya progress, punya pencapaian, dan terus bergerak maju. Sedangkan aku? Kadang masih stuck di tempat yang sama sambil bingung sebenarnya lagi ngapain.
Kadang aku buka media sosial dan lihat orang-orang upload kegiatan mereka. Ada yang kerja, belajar, ikut course, bangun pagi, olahraga, bahkan punya side hustle. Lama-lama tanpa sadar aku mulai membandingkan diriku sendiri.
“Kenapa aku nggak bisa kayak mereka ya?”
Padahal sebenarnya, aku juga sedang berusaha. Cuma mungkin caraku nggak selalu terlihat.
Ada hari dimana aku bisa fokus belajar berjam-jam dan merasa produktif banget. Tapi ada juga hari dimana buka laptop aja rasanya berat. Baru duduk sebentar udah capek duluan. Kadang bukan karena malas, tapi memang pikiranku lagi penuh.
Dan lucunya, sekarang istirahat aja kadang bikin merasa bersalah.
Kalau sehari nggak melakukan apa-apa, rasanya seperti gagal jadi manusia produktif. Seolah-olah nilai diri kita ditentukan dari seberapa sibuk kita hari itu.
Padahal capek juga manusiawi ya.
Aku mulai sadar kalau ternyata aku nggak harus selalu bergerak cepat. Nggak harus setiap hari punya progress besar. Kadang bertahan melewati hari yang berat aja sudah cukup.
Aku juga lagi belajar menerima kalau hidup tiap orang punya waktunya masing-masing. Ada yang jalannya cepat, ada yang pelan. Dan mungkin aku termasuk yang pelan.
Dulu aku pikir menjadi produktif berarti harus terus melakukan sesuatu tanpa berhenti. Tapi sekarang aku mulai ngerti kalau istirahat juga bagian dari proses.
Karena kalau dipaksa terus, lama-lama bukan berkembang, malah burnout.
Sekarang aku cuma mau jalan pelan-pelan aja, nggak harus selalu sempurna dan nggak harus selalu kelihatan hebat. Yang penting masih ada kemauan untuk mencoba banyak hal lainnya.
Dan kalau ternyata aku belum sejauh orang lain, mungkin bukan karena aku gagal. Mungkin aku cuma sedang berjalan dengan caraku sendiri.
Di tulisan ini aku mau update progress belajar HTML-ku. Bulan ini aku akhirnya selesai belajar dasar-dasar HTML, dan dari awal aku sudah pasang target: setiap selesai belajar, aku harus bikin satu mini website.
Awalnya aku mulai belajar HTML dari website W3Schools. Aku pilih W3Schools karena penjelasannya simpel, step by step, dan yang paling ngebantu itu ada fitur Try it Yourself. Jadi aku bisa langsung nyobain kode HTML tanpa harus ribet setup apa-apa. Dari situ aku mulai kenal struktur dasar HTML seperti <!DOCTYPE html>, <html>, <head>, dan <body>.
Setiap selesai satu materi, aku selalu coba praktek sendiri. Mulai dari yang paling dasar dulu, kayak bikin heading, paragraf, dan list. Setelah itu lanjut ke link, gambar, tabel, sampai form. Jujur aja, di awal aku sempat bingung karena banyak tag baru yang belum pernah aku lihat sama sekali. Tapi makin sering dicoba, pelan-pelan mulai kebayang alurnya.
Sesuai target yang aku buat dari awal, setiap selesai beberapa materi aku langsung terapkan ke mini website. Jadi bukan cuma sekadar ngikutin contoh, tapi aku coba gabungin semua yang sudah aku pelajari ke satu halaman web sederhana. Dari situ aku mulai ngerasain gimana rasanya nulis kode dari nol dan lihat hasilnya langsung muncul di browser.
Walaupun mini website yang aku buat masih sederhana dan tampilannya belum terlalu rapi, tapi aku ngerasa puas karena itu benar-benar hasil dari proses belajarku sendiri. Dari yang awalnya belum pernah belajar HTML sama sekali, sampai akhirnya bisa bikin website kecil dengan kode buatan sendiri.
Mini website yang aku buat ini punya tujuan yang sederhana. Website ini aku rancang sebagai simulasi warung gudeg Jogja, dengan harapan ke depannya bisa membantu update jualan ibuku. Di dalamnya, aku bikin fitur untuk mengelist jumlah pesanan yang masuk setiap ada orderan.
Lewat mini website ini, aku jadi belajar kalau HTML itu nggak cuma soal tampilan, tapi juga bisa dipakai buat nyusun alur informasi. Mulai dari menampilkan menu, data pesanan, sampai halaman daftar pesanan yang tersimpan. Walaupun masih sederhana dan belum sempurna, project ini bikin aku lebih paham gimana HTML bekerja secara nyata dan bisa dipakai buat kebutuhan sehari-hari.
Buat aku pribadi, mini website ini bukan cuma soal belajar HTML, tapi juga tentang bagaimana ilmu yang aku pelajari bisa punya manfaat langsung. Dari yang awalnya cuma belajar dasar-dasarnya, sekarang aku sudah bisa bikin website kecil dengan tujuan yang jelas: membantu pencatatan pesanan warung gudeg.
Intinya, dari belajar HTML sampai jadi mini website ini, prosesnya seru walaupun kadang bikin pusing. Dari yang awalnya cuma coba-coba dan bingung sama tag HTML, sekarang setidaknya aku sudah punya satu website kecil hasil usahaku sendiri.
Mini website ini mungkin masih jauh dari sempurna, tapi buat aku ini jadi bukti kalau aku benar-benar belajar dan berproses. Ke depannya, aku pengen terus ngembangin website ini sambil lanjut belajar hal baru, supaya apa yang aku pelajari nggak cuma berhenti di teori, tapi bisa benar-benar kepake dan punya manfaat nyata.
Oke segitu dulu ceritaku.Bye bye guys, terima kasih yang sudah baca sampai akhir! 👋✨
Setelah kemarin aku cerita tentang awal aku belajar HTML dari nol, sekarang aku mau lanjut sedikit cerita tentang perkembangan belajarku. Pelan-pelan, aku mulai masuk ke tahap baru, yaitu belajar CSS. Di sini aku mulai ngerasa kalau website itu bukan cuma soal isi dan struktur, tapi juga soal tampilan.
Awalnya aku kira CSS itu bakal ribet, tapi ternyata seru. Aku mulai belajar Flex dan Grid, dan dari situ aku jadi ngerti gimana caranya ngatur posisi elemen biar kelihatan rapi. Walaupun masih sering bingung dan harus coba berkali-kali, tapi rasanya senang banget waktu layout yang aku buat akhirnya sesuai sama yang aku mau.
Selain itu, aku juga belajar bikin card dan gallery. Dari sini aku jadi bisa nampilin konten dengan tampilan yang lebih teratur dan enak dilihat. Aku juga mulai ngulik styling gambar, kayak ngatur ukuran, posisi, dan sedikit sentuhan biar gambarnya lebih cocok sama desain website-nya.
Aku juga nyobain berbagai font, karena font itu ngaruh banget ke kesan website yang dibuat. Terus aku belajar bikin button, dan walaupun kelihatannya sepele, tapi rasanya senang waktu tombolnya bisa diklik lalu muncul ke halaman berikutnya dan sesuai tema yang aku mau.
Dari belajar CSS ini, aku faham kalau proses belajar pemrograman itu nggak selalu mulus. Ada kalanya bingung, salah, atau harus ngulang dari awal. Tapi justru dari situ letak asik nya, aku jadi belajar lebih sabar, teliti dan berani nyoba sendiri.
Sebagai latihan dari semua yang aku pelajari, aku akhirnya mencoba membuat mini website sederhana. Website ini aku buat dari gabungan HTML dan CSS yang sudah aku pelajari sejauh ini. Memang masih jauh dari sempurna, tapi dari website kecil inilah aku bisa lihat perkembangan diriku sendiri.
Mini website ini aku anggap sebagai latihan kecil dari proses belajarku. Masih sederhana, tapi cukup buat jadi bahan belajar dan evaluasi ke depannya.
Setelah kemarin aku cerita tentang awal aku belajar HTML dari nol, sekarang aku mau lanjut sedikit cerita tentang perkembangan belajarku. Pelan-pelan, aku mulai masuk ke tahap baru, yaitu belajar CSS. Di sini aku mulai ngerasa kalau website itu bukan cuma soal isi dan struktur, tapi juga soal tampilan.
Awalnya aku kira CSS itu bakal ribet, tapi ternyata seru. Aku mulai belajar Flex dan Grid, dan dari situ aku jadi ngerti gimana caranya ngatur posisi elemen biar kelihatan rapi. Walaupun masih sering bingung dan harus coba berkali-kali, tapi rasanya senang banget waktu layout yang aku buat akhirnya sesuai sama yang aku mau.
Selain itu, aku juga belajar bikin card dan gallery. Dari sini aku jadi bisa nampilin konten dengan tampilan yang lebih teratur dan enak dilihat. Aku juga mulai ngulik styling gambar, kayak ngatur ukuran, posisi, dan sedikit sentuhan biar gambarnya lebih cocok sama desain website-nya.
Aku juga nyobain berbagai font, karena font itu ngaruh banget ke kesan website yang dibuat. Terus aku belajar bikin button, dan walaupun kelihatannya sepele, tapi rasanya senang waktu tombolnya bisa diklik lalu muncul ke halaman berikutnya dan sesuai tema yang aku mau.
Dari belajar CSS ini, aku faham kalau proses belajar pemrograman itu nggak selalu mulus. Ada kalanya bingung, salah, atau harus ngulang dari awal. Tapi justru dari situ letak asik nya, aku jadi belajar lebih sabar, teliti dan berani nyoba sendiri.
Sebagai latihan dari semua yang aku pelajari, aku akhirnya mencoba membuat mini website sederhana. Website ini aku buat dari gabungan HTML dan CSS yang sudah aku pelajari sejauh ini. Memang masih jauh dari sempurna, tapi dari website kecil inilah aku bisa lihat perkembangan diriku sendiri.
Mini website ini aku anggap sebagai latihan kecil dari proses belajarku. Masih sederhana, tapi cukup buat jadi bahan belajar dan evaluasi ke depannya.
Hari ini aku pengen cerita tentang sesuatu yang baru banget aku pelajari belakangan ini, yaitu HTML. Awalnya sih cuma iseng. Aku sering lihat di media sosial orang-orang nampilin website hasil bikinan sendiri, terus juga waktu itu Mas Tyo sempat bikin website untuk sertifikat. Dari situ aku mulai penasaran dan mikir, “Sebenarnya HTML itu apa sih?”
Akhirnya aku mutusin buat belajar sendiri dari nol, karena sebelumnya ga ada basic dimateri ini. Aku mulai dari yang benar-benar dasar, sampai akhirnya aku bisa nulis kode dan bikin mini project website sederhana yang bisa langsung dibuka di browser.
Jujur aja, belajar HTML itu ternyata nggak seseram yang aku bayangkan. Awalnya aku cuma tahu kalau HTML itu semacam bahasa buat bikin website. Tapi setelah mulai belajar, aku baru paham kalau HTML (HyperText Markup Language) adalah bahasa dasar yang dipakai buat nyusun struktur halaman web, mulai dari judul, paragraf, daftar, gambar, sampai tautan.
Waktu pertama kali nulis kode HTML dan lihat hasilnya muncul di browser, rasanya seneng banget. Kayak, “Oh ternyata begini cara kerjanya.” Aku pakai Live Server, jadi nggak perlu ribet dan cukup install, lalu file HTML langsung bisa dilihat hasilnya di browser.
Setelah itu, aku lanjut belajar tag-tag dasar lain, seperti <a> buat link, <img> buat gambar, serta <ul> dan <ol> buat daftar. Setiap kali berhasil nampilin sesuatu di layar, rasanya memang kecil, tapi meaningful. Dari situ aku juga mulai paham soal nested tag dan kenapa struktur HTML itu penting banget supaya kodenya rapi dan mudah dibaca.
Belajar HTML ternyata bukan cuma soal nulis tag, tapi juga soal cara berpikir yang lebih logis dan teratur. Aku jadi ngerti kenapa header harus di atas, kenapa paragraf perlu jelas, dan kenapa struktur yang baik itu penting supaya hasil konten bisa tampil dengan rapih.
Sebagai penutup, aku juga mau nunjukin hasil mini project HTML yang aku buat dari proses belajar ini. Walaupun tampilannya masih sederhana dan jauh dari kata sempurna, tapi dari project kecil ini aku jadi lebih paham gimana struktur HTML bekerja dari awal sampai akhir. Mulai dari nulis tag dasar, ngatur urutan elemen, sampai akhirnya bisa tampil rapi di browser dan semuanya jadi pengalaman yang berharga buat aku.
Mini project ini jadi bukti kecil kalau proses belajar itu benar-benar berjalan. Pelan-pelan, tapi nyata. Dan dari sini, aku jadi makin pede buat lanjut belajar ke tahap berikutnya dan bikin project-project lainnya ke depannya.
PKL di Excellent ini jadi salah satu fase hidup yang rasanya bakal susah banget buat dilupain. Awalnya cuma mikir “oh, ini PKL”, tapi ternyata di sini aku dapetin jauh lebih dari itu. Di sini aku ketemu orang-orang friendly, dan bukan cuma jago di bidangnya, tapi juga mau berbagi dan ngebimbing. Aku juga ikut ngerasain langsung gimana rasanya terlibat di pekerjaan dan project yang beneran jalan sampai aku bisa melihat hasilnya sendiri, dan jujur, di titik itu perasaanku campur aduk banget. Terharu, seneng, dan ada rasa nggak nyangka kalau ternyata aku bisa ikut ambil peran di dalamnya. Selain itu, aku juga sambil belajar banyak hal yang bukan cuma soal teknis, tapi juga cara berpikir, cara bersikap, dan cara tumbuh jadi pribadi yang lebih baik. Pelan-pelan, aku mulai sadar kalau proses belajar itu nggak selalu soal seberapa cepat paham, tapi seberapa mau kita terlibat dan bertanggung jawab. Dan dari sinilah cerita ini dimulai.
Dulu, aku sempat ada di fase kehilangan arah. Ngerasa pengen belajar banyak hal, tertarik ke banyak bidang, tapi akhirnya semua cuma dijalanin setengah-setengah karena aku sendiri belum ngerti tujuan akhirnya mau ke mana. Sampai akhirnya aku memutuskan buat keluar dari zona itu dan masuk ke zona baru, lingkungan kerja sesungguhnya. Jujur aja, ini zona yang sebenernya aku takuti. Tapi aku juga sadar, kalau rasa takut itu terus aku pelihara, aku bakal stuck di tempat yang sama, muter di kebingungan yang itu-itu aja.
Lingkungan baru dimulai pada 09 April 2025. Hari di mana aku mulai mengenal lingkungan kerja yang sehat, yang bisa menerima kehadiran tim baru tanpa ngerasa canggung, yang terbuka buat sharing cerita dan pengalaman. Di sini juga aku ngerasain momen berharga, salah satunya bisa bertemu dan ngobrol langsung dengan alumni SMK 1. Aku dan Syifa bener-bener banyak banget sharing sama Pak Nugi dan Mba Fitra tentang masa sekolah, yang ternyata relate sama keadaan sekarang wkwk. Selain itu, aku juga dapet banyak arahan untuk aku kedepannya, kayak waktu aku, Pak Nugi, dan Pak Irrul kunjungan ke Komdigi. Di situ, Pak Irrul dan Pak Nugi ngasih penjelasan soal dunia perkuliahan, termasuk perbedaan jurusan TI dan SI, yang jujur aja bikin aku jadi mulai mikir lebih serius tentang langkah selanjutnya.
Bukan cuma itu, aku juga dapet banyak ilmu nonteknis yang mungkin kelihatannya sederhana, tapi dampaknya besar. Seperti cerita-cerita dari Pak Bos tentang hal-hal kecil dalam hidup, tapi ternyata bisa sangat berpengaruh untuk jangka panjang. Dari situ aku belajar bahwa kerja itu bukan cuma soal skill, tapi juga soal sikap, konsistensi, dan cara kita membawa diri.
Hal-hal seperti ini mungkin belum tentu bisa aku dapetin di tempat lain. Tapi di sini, di Excellent dengan lingkungan yang sehat dan suportif, aku bisa ngerasain kebersamaan dalam bekerja, belajar tanpa takut salah, dan tumbuh tanpa merasa sendirian. Alhamdulillah, aku bersyukur banget bisa dipertemukan dengan lingkungan seperti ini, lingkungan yang bukan cuma ngasih pengalaman kerja, tapi juga ninggalin bekas di cara aku memandang hidup ke depannya.
Lalu, aku masih bener-bener ga nyangka bisa dapat kesempatan untuk mengikuti dan merayakan ulang tahun Excellent yang ke 14. Di momen itu, aku ngerasa bukan cuma sebagai tim PKL, tapi sebagai bagian dari tim yang ikut tumbuh bareng. Suasana yang hangat, penuh tawa, dan rasa saling menghargai bikin aku makin sadar kalau lingkungan kerja yang sehat itu benar-benar berpengaruh ke cara kita menikmati proses. Momen ini memang terdengar sederhana, tapi rasanya ngasih ada dihati hehe. Excellent banget deh pokok nya PT. Excellent Infotama Kreasindo ini.
Kemudian, aku juga dipertemukan dengan yang biasa aku sebut “mba-mba” hehe. Mereka bener-bener Gen-Z banget wkwk. Biasanya, setelah pekerjaan selesai dan sebelum pulang, kita sempet ngobrol santai sebentar. Dari obrolan ringan itu, malah sering berujung lanjut main setelah jam pulang wkwk. Banyak sharing dan cerita yang ngalir gitu aja, bareng mba-mba yang obrolannya nyambung banget sama vibe Gen-Z kayak aku dan Syifa. Dari situ aku ngerasa kalau kebersamaan kecil seperti ini justru bikin hari-hari kerja jadi lebih hangat, nyaman dan nggak kerasa berat.
Foto diatas belum semua tim perempuan Excellent, masih kurang Mba Fitra, Mba Mardiah dan Juga Bu Indah yang mereka juga mengisi kebersamaan di Excellent ini. Terkadang aku dan Syifa juga diajakin makan siang bakso, selesai makan siang sharing-sharing lagi dengan mereka, dari cerita ringan sampai pengalaman yang bikin mikir. Hal-hal kecil seperti ini yang tanpa sadar bikin aku ngerasa lebih diterima dan nyaman selama PKL di sini.
Berakhirnya masa PKL ini (31 Desember 2025) bertepatan juga dengan berakhirnya tahun 2025. Tapi berakhirnya PKL ini bukan cuma soal waktu yang selesai begitu saja. Ada banyak proses, pelajaran, dan perasaan yang ikut tertinggal di dalamnya “perasaan apa tuh?” yaa adalah pokoknya hihihi. Semua pengalaman ini bakal jadi memori yang rasanya nggak mungkin aku lupain. Dari sini juga aku mulai punya arah tujuan yang lebih jelas, tentang apa yang ingin aku kejar, dan ke mana aku ingin melangkah selanjutnya.
PKL ini jadi titik di mana aku mulai lebih percaya sama proses, sama diri sendiri, dan sama langkah kecil yang pelan-pelan aku ambil. Mungkin belum semua jawaban aku temuin sekarang, tapi setidaknya aku sudah nggak berjalan tanpa arah seperti sebelumnya. Dan untuk itu, aku bersyukur pernah ada di fase ini, pernah belajar di lingkungan seperti Excellent, dan pernah jadi bagian dari cerita yang akan selalu aku ingat sebagai salah satu titik tumbuh dalam hidupku.
Terima kasih untuk PT Excellent Infotama Kreasindo beserta seluruh tim yang sudah memberikan aku kesempatan untuk belajar dan bertumbuh selama PKL di sana. Terima kasih atas bimbingan, kepercayaan, dan pengalaman berharga yang aku dapatkan. Semoga PT Excellent Infotama Kreasindo selalu diberikan kelancaran, terus berkembang, dan semakin sukses ke depannya. Aamiin.
PKL di Excellent ini jadi salah satu fase hidup yang rasanya bakal susah banget buat dilupain. Awalnya cuma mikir “oh, ini PKL”, tapi ternyata di sini aku dapetin jauh lebih dari itu. Di sini aku ketemu orang-orang friendly, dan bukan cuma jago di bidangnya, tapi juga mau berbagi dan ngebimbing. Aku juga ikut ngerasain langsung gimana rasanya terlibat di pekerjaan dan project yang beneran jalan sampai aku bisa melihat hasilnya sendiri, dan jujur, di titik itu perasaanku campur aduk banget. Terharu, seneng, dan ada rasa nggak nyangka kalau ternyata aku bisa ikut ambil peran di dalamnya. Selain itu, aku juga sambil belajar banyak hal yang bukan cuma soal teknis, tapi juga cara berpikir, cara bersikap, dan cara tumbuh jadi pribadi yang lebih baik. Pelan-pelan, aku mulai sadar kalau proses belajar itu nggak selalu soal seberapa cepat paham, tapi seberapa mau kita terlibat dan bertanggung jawab. Dan dari sinilah cerita ini dimulai.
Dulu, aku sempat ada di fase kehilangan arah. Ngerasa pengen belajar banyak hal, tertarik ke banyak bidang, tapi akhirnya semua cuma dijalanin setengah-setengah karena aku sendiri belum ngerti tujuan akhirnya mau ke mana. Sampai akhirnya aku memutuskan buat keluar dari zona itu dan masuk ke zona baru, lingkungan kerja sesungguhnya. Jujur aja, ini zona yang sebenernya aku takuti. Tapi aku juga sadar, kalau rasa takut itu terus aku pelihara, aku bakal stuck di tempat yang sama, muter di kebingungan yang itu-itu aja.
Lingkungan baru dimulai pada 09 April 2025. Hari di mana aku mulai mengenal lingkungan kerja yang sehat, yang bisa menerima kehadiran tim baru tanpa ngerasa canggung, yang terbuka buat sharing cerita dan pengalaman. Di sini juga aku ngerasain momen berharga, salah satunya bisa bertemu dan ngobrol langsung dengan alumni SMK 1. Aku dan Syifa bener-bener banyak banget sharing sama Pak Nugi dan Mba Fitra tentang masa sekolah, yang ternyata relate sama keadaan sekarang wkwk. Selain itu, aku juga dapet banyak arahan untuk aku kedepannya, kayak waktu aku, Pak Nugi, dan Pak Irrul kunjungan ke Komdigi. Di situ, Pak Irrul dan Pak Nugi ngasih penjelasan soal dunia perkuliahan, termasuk perbedaan jurusan TI dan SI, yang jujur aja bikin aku jadi mulai mikir lebih serius tentang langkah selanjutnya.
Bukan cuma itu, aku juga dapet banyak ilmu nonteknis yang mungkin kelihatannya sederhana, tapi dampaknya besar. Seperti cerita-cerita dari Pak Bos tentang hal-hal kecil dalam hidup, tapi ternyata bisa sangat berpengaruh untuk jangka panjang. Dari situ aku belajar bahwa kerja itu bukan cuma soal skill, tapi juga soal sikap, konsistensi, dan cara kita membawa diri.
Hal-hal seperti ini mungkin belum tentu bisa aku dapetin di tempat lain. Tapi di sini, di Excellent dengan lingkungan yang sehat dan suportif, aku bisa ngerasain kebersamaan dalam bekerja, belajar tanpa takut salah, dan tumbuh tanpa merasa sendirian. Alhamdulillah, aku bersyukur banget bisa dipertemukan dengan lingkungan seperti ini, lingkungan yang bukan cuma ngasih pengalaman kerja, tapi juga ninggalin bekas di cara aku memandang hidup ke depannya.
Lalu, aku masih bener-bener ga nyangka bisa dapat kesempatan untuk mengikuti dan merayakan ulang tahun Excellent yang ke 14. Di momen itu, aku ngerasa bukan cuma sebagai tim PKL, tapi sebagai bagian dari tim yang ikut tumbuh bareng. Suasana yang hangat, penuh tawa, dan rasa saling menghargai bikin aku makin sadar kalau lingkungan kerja yang sehat itu benar-benar berpengaruh ke cara kita menikmati proses. Momen ini memang terdengar sederhana, tapi rasanya ngasih ada dihati hehe. Excellent banget deh pokok nya PT. Excellent Infotama Kreasindo ini.
Kemudian, aku juga dipertemukan dengan yang biasa aku sebut “mba-mba” hehe. Mereka bener-bener Gen-Z banget wkwk. Biasanya, setelah pekerjaan selesai dan sebelum pulang, kita sempet ngobrol santai sebentar. Dari obrolan ringan itu, malah sering berujung lanjut main setelah jam pulang wkwk. Banyak sharing dan cerita yang ngalir gitu aja, bareng mba-mba yang obrolannya nyambung banget sama vibe Gen-Z kayak aku dan Syifa. Dari situ aku ngerasa kalau kebersamaan kecil seperti ini justru bikin hari-hari kerja jadi lebih hangat, nyaman dan nggak kerasa berat.
Foto diatas belum semua tim perempuan Excellent, masih kurang Mba Fitra, Mba Mardiah dan Juga Bu Indah yang mereka juga mengisi kebersamaan di Excellent ini. Terkadang aku dan Syifa juga diajakin makan siang bakso, selesai makan siang sharing-sharing lagi dengan mereka, dari cerita ringan sampai pengalaman yang bikin mikir. Hal-hal kecil seperti ini yang tanpa sadar bikin aku ngerasa lebih diterima dan nyaman selama PKL di sini.
Berakhirnya masa PKL ini (31 Desember 2025) bertepatan juga dengan berakhirnya tahun 2025. Tapi berakhirnya PKL ini bukan cuma soal waktu yang selesai begitu saja. Ada banyak proses, pelajaran, dan perasaan yang ikut tertinggal di dalamnya “perasaan apa tuh?” yaa adalah pokoknya hihihi. Semua pengalaman ini bakal jadi memori yang rasanya nggak mungkin aku lupain. Dari sini juga aku mulai punya arah tujuan yang lebih jelas, tentang apa yang ingin aku kejar, dan ke mana aku ingin melangkah selanjutnya.
PKL ini jadi titik di mana aku mulai lebih percaya sama proses, sama diri sendiri, dan sama langkah kecil yang pelan-pelan aku ambil. Mungkin belum semua jawaban aku temuin sekarang, tapi setidaknya aku sudah nggak berjalan tanpa arah seperti sebelumnya. Dan untuk itu, aku bersyukur pernah ada di fase ini, pernah belajar di lingkungan seperti Excellent, dan pernah jadi bagian dari cerita yang akan selalu aku ingat sebagai salah satu titik tumbuh dalam hidupku.
Terima kasih untuk PT Excellent Infotama Kreasindo beserta seluruh tim yang sudah memberikan aku kesempatan untuk belajar dan bertumbuh selama PKL di sana. Terima kasih atas bimbingan, kepercayaan, dan pengalaman berharga yang aku dapatkan. Semoga PT Excellent Infotama Kreasindo selalu diberikan kelancaran, terus berkembang, dan semakin sukses ke depannya. Aamiin.
Jujur, aku cukup excited sekaligus deg-degan, karena ini pertama kalinya aku ikut acara makan bersama bareng All Team Excellent dan Aktiva + Keluarga dari Pak Boss dan Bu Boss dalam rangka akhir tahun.
Jadi tadi siang, diinfo kembali oleh Pak Andez kalau makan bersama hari ini di jam 4 sore. Nah, saat udah adzan Ashar, beberapa tim udah ada yang siap-siap OTW ke tempat makannya dan juga langsung sholat Ashar. Oke deh, agak ngantri buat sholat Ashar. Jadinya aku, Bu Rahmi, Mba Ananda, Mba Ika, dan Syifa sholat terakhir setelah tim cowok sholat. Setelah sholat kami langsung saja OTW dan nyusul tim lainnya ke tempat makan.
Nah, sebenernya aku udah feeling sih kalau aku bakalan ngomong di depan All Team mengenai kesan dan pesan selama PKL. Nah kenapa aku udah punya feeling begitu, karena akhir bulan nanti aku udah terakhir PKL-nya dan mungkin ini bakalan jadi terakhir kalinya ngumpul bareng team beserta keluarga dari Pak bos dan Bu bos.
Mas Ridwan udah kasih clue ke aku kemarin buat siapin kalimatnya dari sekarang gitu, nah awalnya itu aku sudah siapin kalimatnya dari jauh-jauh hari. Oh iya, aku pernah mimpi kalau aku ngomong di depan All Team dengan kalimat perpisahan (bayangannya itu waktu Ikhsan pamitan dengan All Team saat briefing), di mimpi itu aku menyampaikan kalimat perpisahannya itu kayak sambil nangis gitu. Lagi ngomong terus tiba-tiba nangis terharu gitu, waktu itu aku nganggep mimpi itu cuma bunga tidur aja, ga pernah kepikiran bakal kejadian beneran. NAHHHHHH……..
Tiba-tiba mimpi itu jadi nyata hari ini wkwkwk. Oke jadi gini, setelah tadi OTW ke tempat makannya dan sudah sampai. Ga lama dari itu Mba Ananda selaku MC langsung saja memulai acaranya, dimulai dari sambutan oleh BosQ (Pak Marsan) kemudian dari Om Akoy (Pak Maryadi). Nah pas sambutan dari Om Akoy ini, aku diberisikin Mba Zahro kalau aku dipilih buat wakilin Team PKL untuk menyampaikan kesan pesan.
Aku ga begitu kaget, karena aku udah punya feeling yang aku ceritain sebelumnya. Nah dari situ aku mulai aja ngerangkai kata-katanya di otak sambil dengerin sambutan dari Om Akoy (Pak Maryadi). Oke, setelah sambutan dari Om Akoy ada juga sambutan dari Mbah Kung dan dilanjut mulai makannya, tapi sebelum makan dipimpin doa dulu oleh Pak Arif, setelah itu baru deh makan.
Nahhhhh, saat lagi makan. Otakku tuh juga masih ngerangkai kata-katanya wkwkwk, entah kenapa tiba-tiba otakku jalan sendiri buat ngerangkai kata-kata wkwk. Singkat cerita, sudah selesai makan. Mba Ananda ambil alih suasana untuk lanjut ke acara berikutnya, yaitu perwakilan dari Team PKL untuk menyampaikan kesan pesan. Di situlah aku mulai deg-degan, tapi aku masih berusaha buat tetap tenang, tapi tetap aja deg-degan dan gemeter wkwk.
Oke deh, aku lawan rasa takut itu. Aku coba jalanin kalimat yang udah aku susun itu, awalnya aman. Eh pas di satu kalimat yaitu, “All Team Excellent dan Aktiva sangat amat friendly” aku tiba-tiba nangis yang aku sendiri mungkin udah nahan buat ga nangis, tapi tetep ga bisa ditahan. Ya akhirnya nangis dulu wkwk dan tenangin diri, tapi ya emang itu yang aku rasakan selama ikut dari bagian Team Excellent dan Aktiva. Karena tuh bayangan aku gini, dunia kerja bakalan kejam dan kalau ada staf baru, anak magang, atau anak PKL itu bakalan diasingkan/cuekin gitu sih (nah ini mungkin aku kebanyakan makan omongan dari orang-orang yang seperti itu). TAPI, alhamdulillah banget Team Excellent dan Aktiva ga seperti itu.
Aku bener-bener bersyukur banget bisa jadi bagian dari Excellent dan Aktiva, bisa berkontribusi langsung dalam menjalankan project-project sampai akhirnya tuntas. Pokoknya aku bersyukur dan berterima kasih sebanyak-banyaknya oleh All Team Excellent dan Aktiva. Semoga ke depannya Excellent dan Aktiva semakin sukses, dilancarkan dalam menangani klien.
Sore ini rasanya bener-bener campur aduk, seneng iya, bersyukur iya, nyaman dalam lingkungan kerjanya iya, pokoknya banyak deh hehehe dan momen ini jadi kenangan PKL yang bakal aku inget terus. Oke mungkin segitu dulu ceritaku hari ini. Terima kasih guys yang sudah menyempatkan baca ceritaku ini, sehat selalu ya!