Dari Jok Belakang Motor Ayah

Hari ini aku berangkat kerja bareng ayah. Tapi ada satu hal yang berbeda dari biasanya. Ayah berangkat kerja dengan motornya, dan aku juga berangkat kerja dengan motorku sendiri.

Kalau dipikir-pikir, ini sebenarnya hal yang biasa aja. Kami sama-sama berangkat kerja seperti hari-hari lainnya. Tapi entah kenapa, di perjalanan tadi aku malah jadi kepikiran banyak hal.

Aku jadi ingat waktu masih sekolah. Dulu hampir setiap hari aku diantar dan dijemput ayah. Mau berangkat pagi, pulang sore, bahkan waktu PKL pun ada masanya aku masih diantar dan dijemput. Waktu itu rasanya biasa aja, mungkin karena aku terlalu terbiasa.

Aku duduk di belakang motor sambil main handphone, kadang ngantuk, kadang cerita tentang sekolah, dan kadang cuma diam menikmati perjalanan. Aku nggak pernah benar-benar memikirkan kalau suatu hari nanti momen itu akan berkurang. Bahkan kalau dipikir lagi, dulu aku lebih fokus sama tujuan akhirnya. Sampai sekolah, sampai rumah, sampai tempat PKL.

Aku nggak sadar kalau yang nantinya akan kurindukan bukan tempat tujuannya.

Tapi perjalanannya.

Perjalanan yang waktu itu terasa biasa saja. Perjalanan yang sekarang sudah jarang terjadi.

Sampai akhirnya hari ini, aku dan ayah sama-sama berangkat kerja, tapi dengan motor masing-masing. Rasanya agak aneh. Bukan karena sedih, tapi lebih ke perasaan yang sulit dijelaskan. Kayak ada sesuatu yang berubah pelan-pelan tanpa aku sadari.

Aku sadar kalau sekarang aku sudah nggak lagi duduk di belakang motor ayah setiap pagi. Sekarang aku sudah punya tujuan sendiri, pekerjaan sendiri, dan tanggung jawab sendiri. Dan tanpa sadar, ayah juga mulai melihat anak yang dulu selalu diantar jemput ini tumbuh sedikit demi sedikit.

Di lampu merah tadi aku sempat melihat ayah yang ada beberapa meter di depanku. Untuk sesaat aku cuma memperhatikan dari jauh. Dan entah kenapa aku jadi terdiam. Karena baru sadar, dulu aku selalu melihat jalan dari belakang punggung ayah. Sedangkan hari ini aku melihat ayah dari belakang motorku sendiri.

Hal yang sederhana.

Tapi rasanya berbeda.

Di tengah perjalanan tadi aku juga sempat berpikir, ternyata waktu berjalan cepat ya. Rasanya baru kemarin aku masih pakai seragam sekolah, masih bingung mau PKL di mana, masih sering minta diantar jajan, ke sekolah, atau ke tempat teman.

Sekarang aku sudah ikut berangkat kerja setiap pagi. Sudah ikut merasakan capeknya bekerja. Sudah mulai memahami kenapa dulu ayah sering terlihat capek saat pulang kerja.

Dulu waktu masih kecil, aku pikir orang tua itu kuat terus. Nggak pernah capek. Nggak pernah khawatir. Nggak pernah punya masalah. Tapi semakin dewasa, aku mulai sadar kalau mereka juga manusia biasa. Mereka juga bisa capek, bisa sakit, bisa khawatir, dan bisa merasa berat menjalani hari.

Hanya saja, mereka tetap berangkat setiap pagi. Tetap berusaha. Tetap menjalani tanggung jawabnya.

Dan mungkin karena itulah aku bisa sampai di titik sekarang.

Mungkin memang begitulah hidup. Ada banyak momen yang baru terasa berharga ketika sudah lewat. Ada banyak kenangan yang dulu terasa biasa saja, tapi sekarang justru menjadi hal yang paling sering kita ingat. Dan ada banyak perubahan yang datang tanpa suara.

Tidak ada pengumuman.

Tidak ada tanda-tanda khusus.

Tahu-tahu kita sudah berada di fase yang berbeda.

Hari ini memang cuma perjalanan berangkat kerja seperti biasa. Tidak ada kejadian besar. Tidak ada cerita luar biasa. Hanya dua orang yang berangkat kerja di pagi hari dengan motor masing-masing.

Tapi entah kenapa, perjalanan singkat itu mengingatkanku kalau aku sudah berjalan cukup jauh. Dan ketika aku melihat ke belakang, aku sadar kalau ada satu orang yang selama ini selalu ada di setiap langkah perjalanan itu.

Ayah.

Orang yang dulu mengantarku ke sekolah. Mengantarku ke tempat PKL. Mengantarku ke banyak fase dalam hidupku.

Sampai akhirnya hari ini, aku bisa melanjutkan perjalanan itu dengan kakiku sendiri.

Tapi aku tahu, tanpa beliau, mungkin aku tidak akan sampai sejauh ini.

Dan untuk itu, terima kasih, Yah ♡.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *