Hari ini aku yang menjemput Syifa, bukan Syifa yang menjemputku. Sesampainya di rumah Syifa, kami langsung berangkat karena sudah siang dan takut terlambat sampai kantor.
Kami melewati jalan seperti biasa, yaitu bawah Summarecon Bekasi lalu ke arah kantor Pengadilan Bekasi. Tiba di sana, jalanan macet sekali dan tidak ada pergerakan sama sekali. Kami sudah menunggu hampir 5 menit, tetapi tetap tidak ada pergerakan.
Karena aku yang membawa motornya, aku langsung saja putar balik dan memilih jalan lain. Kami kira jalan yang ini akan lebih jauh, tapi kami tidak punya pilihan lain selain lewat situ.
Di jalan kami terus melihat jam. Untungnya, kami sampai di kantor hampir jam 8. Sesampainya di kantor, Mas Ridwan bertanya pada kami.
Mas Ridwan: “Tumben jam segini baru datang?”
Aku: “Iya, Mas. Tadi macet banget di jalan, sampai nggak bisa gerak.”
Mas Ridwan: “Emangnya lewat mana?”
Aku: “Lewat bawah Summarecon, Mas, yang jalan depan Pengadilan Bekasi.”
Syifa: “Iya, Mas. Tapi polisinya cuma ngeliatin doang.”
Setelah percakapan itu selesai, aku membuka aplikasi Duolingo, lalu menyelesaikan misi harian. Hari ini aku sudah masuk ke bab baru yaitu membahas tentang olahraga.
Lalu seperti biasa, aku membaca artikel Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan yang berjudul “Kedelai Gajah”. Aku mengambil garis besar dari artikel ini bahwa Bapak Dahlan mengunjungi petani Amerika bernama Charles yang mengelola pertanian kedelai dengan mesin canggih dan memperbaiki alatnya secara mandiri. Keterampilan diturunkan turun-temurun tanpa pendidikan formal. Produktivitas tinggi, benih dibeli dari perusahaan, dan keahlian praktis lebih dihargai daripada gelar.
Kemudian, aku membantu menyiapkan dokumen administrasi: mulai dari memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dipacking, hingga mencetak amplop pengiriman.
Aku juga memeriksa email yang masuk dan memilah antara yang asli dan palsu. Proses ini penting karena kesalahan dalam memilah email bisa berdampak besar.
Aku juga mengedit video reels Zeze Zahra yang nantinya akan diunggah di Instagram dan Facebook.
Ada briefing dengan Pak Bos, Mbak Zahro, dan Syifa membahas revisi judul video reels Zeze Zahra agar sesuai dengan isi video, serta revisi tulisan blog kami.
Kemudian ada juga briefing bersama Pak Bos dan seluruh tim mengenai persiapan libur panjang. Menurutku, briefing ini sangat penting sebagai pengingat agar kita semua lebih waspada dan bertanggung jawab terhadap keamanan kantor, terutama saat ditinggal libur panjang. Memastikan kabel-kabel yang tidak digunakan dimatikan adalah langkah kecil tapi berdampak besar untuk mencegah risiko kebakaran atau pemborosan listrik. Ini menunjukkan bahwa kita semua punya peran dalam menjaga lingkungan kerja yang aman.
Setelah itu, aku mencoba install Zimbra kembali menggunakan OS Ubuntu 22 karena aku sudah cukup familiar dengan OS ini. Tapi saat aku memasukkan perintah instalasinya, key-nya tidak berhasil diunduh. Aku coba cari solusinya di beberapa website dan juga menggunakan ChatGPT. Setelah menemukan perintah yang dirasa benar, aku coba lagi di VM, tapi tetap tidak bisa.
Karena penasaran, aku coba juga di WSL Ubuntu 22 di laptopku, dan ternyata bisa. Aku bingung kenapa bisa di WSL tapi tidak di VM — mungkin karena masalah jaringan atau firewall.
Aku coba copy key dari WSL ke VM dan akhirnya berhasil. Tapi kemudian Mas Tyo minta tolong untuk install Ubuntu di PC yang nantinya akan dipakai anak PKL.
Karena keyboard, mouse, dan flashdisk belum tersedia, aku dan Syifa pergi membeli perlengkapan itu di Intermedia terdekat. Setelah itu, aku mencoba install Ubuntu 22 menggunakan file ISO yang aku punya, tapi ternyata PC tersebut tidak mendukung file ISO-ku. Akhirnya aku download ulang file ISO Ubuntu dengan versi yang lebih ringan.
Karena proses download memakan waktu cukup lama, aku tidak sempat menyelesaikannya hari ini, jadi aku konfirmasi ke Mas Tyo untuk melanjutkan hari Senin saja.
Sementara itu, karena aku ingin tetap mencoba install Zimbra menggunakan Rocky Linux, aku cari cara untuk meremote VM agar bisa diakses dari luar jaringan kantor. Aku pakai tools Tailscale, dan setelah dicoba pakai jaringan rumahku, akhirnya bisa.
Tanpa terasa, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan aku belum menulis blog serta membuat laporan. Aku langsung mengerjakannya dan segera mengirimkan laporan ini.
Leave a Reply