Halloww halloww semua, apa kabar
Setelah long weekend, pastinya masuk PKL jadi lebih semangat dong! Tentu saja karena aku sudah memberi self-reward untuk diriku sendiri, hehehe. Ditunggu ya ceritaku selama long weekend! 🙂
Hari ini aku semangat sekali, apalagi karena hari ini terasa spesial. Kenapa spesial? Karena aku dibikinin sarapan oleh ayahku. Jarang-jarang loh aku dibuatkan sarapan oleh ayah, hehehe.

Yap, itu adalah roti panggang buatan ayahku. Entah kenapa rasanya beda banget dan jauh lebih enak daripada roti buatan sendiri, hehe.
Aku menyantap roti itu, tapi cuma habis satu. Itupun aku sudah merasa kenyang, jadi yang satu lagi dimakan sama ayah deh.
Selesai makan, aku langsung bersiap-siap dan berangkat menjemput Syifa. Sesampainya di rumah Syifa, kami langsung berangkat ke kantor dan sampai sekitar pukul 07.45.
Sesampainya di kantor, aku langsung menyelesaikan misi harianku di Duolingo, dan yap, aku berhasil menyelesaikannya!
Seperti biasa, aku juga membaca artikel Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan, kali ini berjudul “Norte Dame”. Garis besar artikelnya menceritakan kunjungan beliau ke Universitas Katolik Notre-Dame di Indiana bersama Prof. Mun’im Sirry, satu-satunya dosen Muslim di jurusan Teologi yang sudah 14 tahun mengajar di sana. Beliau aktif dalam kajian lintas agama secara ilmiah, bahkan menyusun kamus Alquran bersama dua profesor non-Muslim secara objektif tanpa bias keimanan. Kampus ini juga mewajibkan semua mahasiswa belajar dasar Katolik, mirip sekolah Muhammadiyah di Indonesia yang inklusif. Suasana akademik yang menyerupai pesantren membuat Prof. Mun’im merasa betah. Di akhir cerita juga muncul tokoh Maya, mahasiswa Indonesia yang kini berbisnis kripik tempe di Amerika.
Setelah itu, aku mulai membantu menyiapkan dokumen administrasi: mulai dari memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dipacking, sampai mencetak amplop pengiriman. Hari ini lumayan banyak dokumennya karena habis long weekend.
Aku juga memeriksa email masuk dan memilah mana yang asli dan mana yang palsu. Proses ini penting karena kesalahan memilah email bisa berdampak besar.
Selanjutnya, aku menginstal Linux Mint di PC yang nantinya akan digunakan oleh siswa PKL baru, mulai dari download file ISO, memasukkannya ke Rufus, hingga proses instalasi selesai.
Aku juga mencoba instalasi Zimbra menggunakan OS Rocky9, dan alhamdulillah berhasil!
Namun di sela-sela instalasi, Mbak Fitra meminta tolong untuk menyiapkan dokumen kontrak Excellent. Aku mencetaknya, memindai (scan), meminta tanda tangan ke Pak Afandi sebagai pengganti Om Akoy, dan juga melakukan packing dokumen tersebut.
Aku juga mencatat beberapa arsip petty cash untuk bulan ini.
Waktu pun menunjukkan pukul 15.30. Sudah waktunya membuat laporan kegiatan dan menulis artikel ini.
Setelah itu, aku bersiap-siap untuk pulang deh.
Leave a Reply