Satu Hari Bersama Zimbra, Administrasi, dan DevOps

Pagi ini aku benar-benar kesiangan, hehe. Setelah salat subuh, mataku terasa sangat ngantuk sampai tidak bisa melek lagi. Alhasil, aku tertidur kembali dan baru bangun pukul setengah tujuh pagi. Yap, waktu untuk bersiap-siap PKL hanya setengah jam saja!

Tapi itu bukan masalah besar, karena aku sudah menyiapkan pakaian dari hari Minggu lalu. Setelah bersiap-siap, aku mengabari Syifa bahwa aku sudah siap, dan Syifa pun langsung berangkat ke rumahku.

Sesampainya Syifa di rumah, kami langsung berangkat. Alhamdulillah, perjalanan lancar tanpa macet sama sekali.

Kami sampai di tempat PKL pukul 06.42. Aku pun mempersiapkan “alat tempur” hari ini, yaitu laptop, charger, flashdisk, dan headset.

Aku membuka laptop dan mulai belajar bahasa Inggris menggunakan aplikasi Duolingo. Misi hari ini berhasil aku selesaikan.

Selanjutnya, aku mulai menginstal Zimbra Network Edition menggunakan OS Rocky Linux 8 yang kemarin sudah aku siapkan.

Sambil menunggu proses instalasi Zimbra, aku menyelinginya dengan membaca catatan Disway karya Bapak Dahlan Iskan yang berjudul “Bukan Rapat”. Dari catatan itu, aku bisa menarik garis besar bahwa: KTT G7 di Kanada berlangsung tanpa hasil penting, hanya menghasilkan pernyataan umum soal konflik dunia. Trump kecewa karena Rusia masih dikeluarkan dari G8 dan memilih pulang lebih awal demi fokus ke Timur Tengah. Beberapa negara undangan, seperti India dan Indonesia, absen. Ketidakhadiran PM India Modi jadi sorotan karena Kanada menuduh India terlibat pembunuhan aktivis Sikh, Hardeep Nijjar. Kasus ini memicu ketegangan antara India dan Kanada serta mengalihkan fokus dari KTT G7.

Setelah itu, aku mengerjakan tugas administrasi di PT Excellent Infotama Kreasindo. Tugas-tugasnya meliputi memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dipacking, serta mencetak amplop pengiriman. Semua ini harus selesai sebelum pukul 3 sore.

Kemudian aku kembali melanjutkan instalasi Zimbra NE, dan alhamdulillah berhasil. Prosesnya sudah aku dokumentasikan juga.

Setelah makan siang, Pak Afandi memberikan kertas formulir pembukaan rekening yang kemarin aku dan Syifa isi. Beliau meminta agar aku menambahkan nomor telepon yang bersangkutan.

Tiba – tiba Mas Tyo meminta bantuan tim PKL untuk memperbaiki format laporan BPJS, terutama pada bagian angka yang seharusnya menggunakan koma atau titik sebagai pemisah ribuan.

Aku juga memeriksa email masuk dan memilah mana yang asli dan mana yang palsu. Proses ini penting karena kesalahan memilah email bisa berdampak serius.

Setelah istirahat siang, aku mulai membuat tutorial instalasi Zimbra 10 NE sebagai bahan pembaruan SOP. Namun, aku belum menyelesaikannya hari ini karena harus menyicil course DevOps-ku. Hari ini aku masuk ke bab “Twelve-Factor App Methodology”, khususnya bagian DevProd Parity dan Logs. Aku belum menuntaskan satu bab penuh karena waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore—waktunya menulis laporan kegiatan ini sekaligus menulis blog harianku.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *