Semua Berawal dari Rasa Penasaran

Kalau beberapa minggu yang lalu ada yang bilang AI Local yang aku utak-atik bakal dipakai orang lain, mungkin aku bakal ketawa dulu. Karena awalnya semua ini cuma berangkat dari rasa penasaran. Aku cuma pengen tahu gimana cara jalanin AI di server sendiri. Dari yang awalnya nggak tahu apa itu Ollama, bingung sama istilah model AI, sampai akhirnya berhasil jalanin AI Local pertama.

Setelah itu rasa penasarannya nggak berhenti. Aku mulai coba hal-hal lain. Integrasi ke Node.js, nyoba API, sampai akhirnya kepikiran satu hal.

“Kalau AI ini dipakai lebih dari satu orang gimana ya?”

Dari situ aku mulai cari tahu lagi. Baca dokumentasi, nonton video, tanya sana-sini, dan tentu saja ketemu error yang nggak sedikit. Kadang ada masalah yang penyelesaiannya cuma beberapa menit, kadang ada juga yang bikin aku bengong cukup lama sambil lihat layar monitor. Tapi ya memang begitu proses belajarnya.

Pelan-pelan, akhirnya fitur multi user yang aku inginkan mulai berjalan. Jujur aja, waktu pertama kali berhasil bikin multi user rasanya senang. Tapi ternyata ada perasaan yang lebih menyenangkan dari itu, yaitu saat pertama kali melihat orang lain menggunakan sistem yang selama ini aku bangun.

Detik itu juga aku mulai melakukan testing ke salah satu tim. Sebenarnya proses testing-nya sederhana. Aku cuma ingin memastikan semuanya berjalan normal dan bisa digunakan dengan baik. Tapi entah kenapa, aku malah ikut penasaran melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan AI yang selama ini cuma aku lihat sendiri.

Ada rasa deg-degan juga. Karena selama ini aku yang tahu cara pake-nya, aku yang tahu letak error-nya, dan aku juga yang tahu apa saja keterbatasannya. Sedangkan sekarang ada orang lain yang mencoba menggunakannya. Dan seperti yang sering terjadi di dunia IT, kadang pengguna bisa menemukan hal-hal yang bahkan nggak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Untungnya sejauh proses testing berjalan cukup baik. Masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, masih ada beberapa catatan yang harus dikerjakan, tapi setidaknya sistemnya sudah bisa digunakan.

Dan di situlah aku sadar sesuatu.

Kadang bagian paling menyenangkan dari sebuah proyek bukan saat kita berhasil membuatnya.

Tapi saat melihat hasil kerja itu mulai bermanfaat untuk orang lain.

Karena selama ini semua yang aku lakukan hanya terlihat seperti kumpulan konfigurasi, terminal, dan baris kode. Tapi ketika ada orang lain yang mulai menggunakannya, semuanya terasa berbeda. Rasanya seperti semua waktu yang dipakai untuk belajar, mencoba, gagal, lalu mencoba lagi mulai menunjukkan hasilnya.

Perjalanannya tentu masih panjang. Masih banyak hal yang ingin aku pelajari, masih banyak fitur yang ingin aku coba, dan masih banyak error yang mungkin akan kutemui nanti.

Tapi setidaknya hari ini ada satu hal yang membuatku cukup senyum-senyum sendiri, yaitu:

AI Local yang awalnya cuma proyek iseng untuk belajar, sekarang sudah mulai dipakai oleh orang lain.

Kalau dipikir-pikir lagi, semua ini memang berawal dari rasa penasaran. Dan siapa sangka, rasa penasaran kecil itu bisa membawaku sampai sejauh ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *