Hallo guys…
Pagi ini aku bangun jam 5 pagi, lalu sholat. Tapi habis itu malah ketiduran lagi, hehehe…
Aku baru bangun lagi jam 06.20 dan langsung bersiap-siap untuk berangkat PKL. Aku juga mengabari Syifa kalau aku sudah siap. Karena Syifa cukup lama membalas chat-ku, aku telepon dia—takut nanti jalanan macet seperti kemarin.
Setelah aku telepon empat kali, akhirnya Syifa membalas dan bilang sedang OTW. Begitu dia sampai di rumahku, kami langsung berangkat karena jam sudah menunjukkan lewat pukul 7. Alhamdulillah, jalanan lancar dan kami sampai di markas jam 07.30.
Sesampainya di markas, aku mengeluarkan laptop dan ternyata laptopku harus update dulu. Sambil menunggu proses update selesai, aku menulis jam kedatanganku di buku jurnal PKL.
Saat itu, Ikhsan diminta Mas Tyo untuk pindah duduk ke lantai atas. Dia pun minta tolong ke aku dan Syifa untuk bantu angkat PC-nya. Setelah sampai atas, aku bantu pasang kabel-kabel ke PC, lalu aku langsung turun lagi ke tempat dudukku.
Aku lanjut belajar Bahasa Inggris lewat aplikasi Duolingo, dan sekarang aku sudah masuk ke bab baru: Menjelajahi Kota yang Asing. Alhamdulillah, di bab ini aku tidak banyak salah karena sudah belajar dari kesalahan sebelumnya. Misi harianku pun berhasil aku selesaikan.
Setelah itu, Ikhsan diberi tugas instalasi Zimbra single server, dan aku ditugaskan oleh Mas Tyo untuk membantunya.
Kemudian aku membaca catatan Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan berjudul Jebakan U-Dab. Intinya, beliau menghadiri diskusi di University of Western Australia bersama mahasiswa Indonesia, membahas soal jebakan kelas menengah yang katanya sudah terjadi di Indonesia. GDP per kapita stagnan, efisiensi belanja rendah, dan ekonomi harus tumbuh 8% agar kita bisa keluar dari situasi ini. Diskusi juga menyoroti pentingnya diaspora sebagai aset bangsa, bukan hanya soal pulang untuk mengabdi.
Lalu aku mencetak beberapa amplop untuk pengiriman hari ini dan sempat mengedit satu video reels perkebunan Zeze Zahra yang akan diunggah ke media sosial.
Aku juga mengerjakan tugas-tugas administrasi seperti memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dikemas, serta mencetak amplop pengiriman. Semua harus selesai sebelum pukul 15.00. Aku juga membuat beberapa amplop dan menscan dokumen BAPETEN.
Selanjutnya, aku melakukan instalasi Rocky Linux 9 untuk mengulang proses instalasi multi-server Zimbra. Sekalian aku buat dokumentasinya sebagai bahan laporan PKL-ku.
Aku juga memeriksa email spam quarantine di Proxmox, memilah mana yang asli dan mana yang spam. Selain itu, aku memeriksa aplikasi Aktiva untuk memastikan email-email pengiriman berhasil terkirim. Kalau ada yang gagal, aku langsung menginformasikan ke pengirimnya.
Setelah itu, aku bantuin Syifa memasang kabel HDMI dan lainnya untuk PC-nya. Aku juga bantu masuk ke BIOS, tapi ternyata BIOS-nya nggak kebaca karena salah Setelah dibongkar ulang dan dipasang dengan benar, BIOS-nya baru bisa terbaca.
Kemudian Syifa lanjut instalasi VMware vSphere 6.7, dan aku pun melanjutkan instalasi Rocky sambil membantu Ikhsan.
Setelah VMware berhasil diinstal, Syifa mencoba mengaksesnya lewat browser laptopnya, tapi tidak bisa. Setelah aku ingat-ingat, ternyata Syifa lupa setting IP Address-nya di Control Panel. Setelah IP Address dimasukkan, akhirnya bisa diakses lewat browser.
Setelah selesai membantu Syifa, aku lanjut menulis blog ini. Saat waktu Ashar tiba, aku sholat dulu, lalu melanjutkan tulisan ini lagi. Saat aku sedang menulis, Bu Rahmi memberikan kwitansi petty cash untuk dicatat ke buku petty cash, dan langsung aku tulis.
Setelah itu aku kembali melanjutkan blog ini dan membuat laporan kegiatan melalui mail Zimbra, setelah itu aku kirim dengan tepat waktu
Leave a Reply