Beberapa waktu terakhir aku cukup sering ngoprek AI Agent. Sebelumnya aku lebih banyak bermain dengan OpenClaw, mulai dari integrasi ke Telegram, bikin reminder otomatis, sampai mencoba menghubungkannya dengan AI Local dan RAG.
Dan jujur aja, semakin dipelajari, semakin banyak hal baru yang bikin penasaran.
Nah hari ini aku memutuskan untuk mencoba sesuatu yang berbeda.
Aku mulai mencoba Hermes.

Awalnya sih cuma penasaran. Aku pengen tahu seperti pakai AI Agent yang beda dari Openclaw. Karena kadang cara paling mudah untuk belajar adalah dengan langsung mencoba dan membandingkannya sendiri.
Jadi hari ini sebagian besar waktuku habis buat eksplorasi Hermes. Mulai dari proses integrasi ke Telegram, testing fitur-fitur dasar, sampai memastikan botnya bisa berjalan dengan baik. Setelah beberapa kali mencoba dan melakukan sedikit konfigurasi, akhirnya botnya berhasil terhubung ke Telegram.

Dan tentu saja, setelah berhasil terhubung, rasa penasaran itu nggak berhenti di situ.
Aku mulai mencoba fitur reminder. Awalnya aku tes lewat chat pribadi terlebih dahulu. Aku coba buat beberapa reminder sederhana dan menunggu apakah botnya benar-benar mengirim pesan sesuai waktu yang ditentukan.
Untungnya semuanya berjalan dengan baik.
Setelah itu aku mulai mencoba hal lain yang menurutku cukup menarik, yaitu memasukkan bot ke dalam grup Telegram. Jujur aja, waktu pertama kali mencoba fitur ini aku nggak terlalu yakin bakal langsung berhasil. Biasanya selalu ada saja hal kecil yang perlu diperbaiki atau konfigurasi yang terlewat.
Tapi ternyata prosesnya berjalan cukup lancar.
Botnya bisa masuk ke grup, bisa merespon pesan, dan bahkan bisa membuat reminder dari dalam grup juga. Dan bukan cuma aku yang bisa membuat reminder, tapi anggota grup lainnya juga bisa melakukannya.

Rasanya senang sih lihat satu per satu fitur yang dicoba ternyata berjalan sesuai harapan. Karena sering kali yang terlihat dari luar cuma hasil akhirnya saja. Padahal sebelum sampai di titik itu biasanya ada cukup banyak percobaan, testing, dan beberapa kali kebingungan mencari penyebab kenapa sesuatu belum berjalan.
Ngomong-ngomong soal Hermes, setelah beberapa jam nyobain dan membandingkannya dengan OpenClaw yang sebelumnya sudah aku pakai, aku mulai punya kesan sendiri.
Kalau ditanya lebih suka yang mana, untuk saat ini aku pribadi sedikit lebih nyaman pakai Hermes. Salah satu alasannya karena proses konfigurasinya terasa lebih sederhana buatku. Beberapa hal yang sebelumnya perlu sedikit utak-atik di OpenClaw, di Hermes rasanya bisa lebih cepat dipahami dan dijalankan (Sebenernya sama aja sih hehe, mungkin karena aku sudah faham konsepnya aja).
Selain itu, aku juga cukup suka dengan cara Hermes memberikan respon untuk reminder. Entah kenapa menurutku pesan-pesan yang dikirim terasa lebih natural dan menarik untuk dibaca. Jadi saat reminder masuk, rasanya nggak terlalu kaku seperti notifikasi sistem biasa.
Tapi bukan berarti OpenClaw jelek ya. Justru dari OpenClaw aku belajar banyak hal. Mulai dari integrasi Telegram, cron job, sampai bagaimana AI Agent bekerja di balik layar. Dan sampai sekarang menurutku OpenClaw tetap punya banyak kelebihan yang membuatnya menarik untuk dipelajari.
Mungkin kalau diibaratkan, OpenClaw itu yang mengenalkanku ke dunia AI Agent. Sedangkan Hermes adalah hal baru yang saat ini sedang aku eksplorasi lebih jauh.
Alhamdulillah untuk hari ini semuanya berjalan dengan baik. Dan seperti biasanya, setelah satu hal berhasil, muncul rasa penasaran berikutnya.
Saat ini aku lagi mencoba mengintegrasikan Hermes dengan Notion. Tujuannya sederhana. Aku ingin melihat apakah nantinya reminder bisa dibuat langsung dari Notion tanpa harus selalu melalui Telegram.
Kalau berhasil, menurutku bakal cukup menarik. Karena catatan, tugas, dan reminder bisa berada di satu tempat yang sama.
Tapi untuk bagian itu, saat tulisan ini dibuat aku masih dalam tahap testing. Jadi sekarang aku masih coba pelan-pelan sambil lihat kemungkinan apa saja yang bisa dilakukan.
Kalau ada satu hal yang aku pelajari dari beberapa minggu terakhir, mungkin ini:
Semakin sering mencoba sesuatu yang baru, semakin sadar kalau teknologi itu luas banget.
Dan kadang, satu rasa penasaran kecil bisa membuka pintu ke banyak hal lain yang sebelumnya nggak pernah terpikirkan.
Untuk sekarang, aku cukup menikmati prosesnya.
Karena setiap kali mencoba sesuatu yang baru, selalu ada pelajaran yang bisa dibawa pulang.
Dan siapa tahu, rasa penasaran yang sederhana hari ini akan membawaku ke hal menarik berikutnya.

Kerenn zahwaa 🔥
hihihi terima kasih mba Zahroo