Waktu pertama kali pakai Claude di terminal, aku sempat mengira semua percakapan dan konteks yang sudah dibangun bakal tetap ada terus.

Ternyata nggak begitu.

Suatu hari aku lagi ngoprek cukup lama bareng Claude. Mulai dari diskusi, nyoba beberapa konfigurasi, sampai bikin catatan kecil mengenai apa yang sudah berhasil dan apa yang belum berhasil. Karena merasa semuanya aman, aku tutup (sleep) laptop seperti biasa.

Besoknya pas laptop nyala lagi, aku buka Claude dan langsung lanjut kerja. Tapi berbeda dengan kamu yang butuh restart laptop, Claude nggak lagi ingat konteks yang sebelumnya sudah dibahas.

Awalnya aku bingung. Aku kira ada yang error atau ada konfigurasi yang salah. Setelah cari tahu, ternyata memang sesi yang sebelumnya sudah berakhir. Dan di situlah aku belajar satu hal kecil yang ternyata cukup penting.

Sebelum menutup sesi, biasakan menyimpan hal-hal penting yang sudah dipelajari.

Biasanya sekarang aku suka minta Claude membuat ringkasan terlebih dahulu. Isinya bisa berupa progress yang sudah dilakukan, masalah yang berhasil diselesaikan, konfigurasi yang dipakai, atau hal-hal yang perlu dilanjutkan nanti. Kadang aku bahkan langsung bilang:

“Tolong buatkan memory atau catatan untuk sesi ini agar nanti mudah dilanjutkan.”

Lalu hasilnya aku simpan ke file markdown atau folder project.

Kelihatannya sederhana, tapi ternyata kebiasaan kecil ini cukup membantu. Karena saat laptop restart atau sesi Claude dimulai lagi dari awal, aku nggak perlu mengulang semuanya dari nol. Tinggal buka catatan yang sudah disimpan, lalu lanjut dari titik terakhir.

Selain itu, aku juga mulai membiasakan menyimpan beberapa hal lain seperti command yang berhasil digunakan, solusi untuk error yang sempat muncul, dan daftar pekerjaan yang belum selesai. Karena sering kali yang hilang bukan hasil kerjanya, tapi konteks berpikir yang sudah dibangun selama berjam-jam. Dan jujur aja, membangun ulang konteks kadang lebih melelahkan daripada mengerjakan pekerjaannya sendiri.

Sekarang setiap kali selesai ngoprek, aku hampir selalu menyempatkan beberapa menit untuk menyimpan ringkasan sesi terlebih dahulu.

Ini memang kelihatannya sepele. Tapi kalau cuek sama hal ini, suatu saat bisa bikin repot juga. Apalagi kalau konteks yang dibahas sudah panjang dan ternyata harus dijelaskan lagi dari awal. Jadi sekarang aku lebih memilih menyimpan memory-nya dulu sebelum menutup sesi. Nggak sampai satu menit, tapi manfaatnya bisa terasa cukup lama.

Karena ternyata, yang paling berharga bukan cuma hasil akhirnya.

Tapi juga proses dan konteks yang sudah berhasil kita bangun sepanjang perjalanan.

2 Comments

  1. Zahwa bisa pelajari soal claude.md , memory, session dll. Bisa minta Claude set. Ini contoh promptnya :

    OK, simpan semua konteks, catatan, memory dan session ya, termasuk handover, arch dll, sekalian keterangan mengenai folder kerja dan soal docker di server. Setelah ini akan saya clear contextnya karena sudah 100% used

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *