Aku Hampir Install Ulang PostgreSQL Gara-Gara Salah Curiga

Beberapa hari setelah menulis artikel sebelumnya mengenai eror pgAdmin juga, ternyata masalah yang sama muncul lagi.

Awalnya aku sempat kaget. Soalnya waktu itu aku baru saja selesai praktik PostgreSQL seperti biasa. Aku membuka pgAdmin, mencoba beberapa query, lalu setelah selesai langsung menutup aplikasinya. Ga ada pesan error, ga ada tanda-tanda aneh, semuanya terlihat normal.

Karena kejadian sebelumnya sudah pernah terjadi, aku mulai bertanya-tanya. Jangan-jangan sebenarnya bukan PostgreSQL yang bermasalah? Atau mungkin ada langkah yang aku skip pas install? Bahkan aku sempat mikir gini, apa setiap selesai menggunakan pgAdmin harus ada proses “save” dulu sebelum ditutup, dalam hati ku (Tapi kan saat aku input data dan save itu sudah otomatis)? Karena biasanya aku selalu pakai mode sleep karena masih mau lanjutin belajar nya, nah ini aku close semua tap dan aku shutdown laptopnya.

Pagi ini aku buka lagi, ternyata pgAdmin muncul lagi dengan pesan:

“The pgAdmin 4 server could not be contacted.”

Jujur, saat lihat pesan itu untuk kedua kalinya, aku sudah mulai berpikir untuk install ulang saja. Karena lebih cepat daripada harus mencari penyebabnya satu per satu.

Tapi sebelum mengambil keputusan tersebut, aku mencoba melakukan beberapa pengecekan terlebih dahulu. Aku coba minta saran ke chatgpt, dan bagusnya chatgpt ini langsung tepat kasih jawabannya (terkadang dia suka ngalor ngidul ngasih jawabannya, tapi kebanyakan ada yang bagus-bagus nya sih wkwk)

Hal pertama yang diperiksa adalah Task Manager. Di sana aku liat beberapa proses nwjs dan Python yang masih berjalan. Awalnya aku tidak terlalu paham apakah proses tersebut berhubungan dengan pgAdmin atau tidak. Setelah ditelusuri, ternyata pgAdmin memang menggunakan proses-proses tersebut untuk menjalankan antarmukanya.

Aku kemudian mencoba menghentikan proses nwjs. Nah menariknya, ketika satu proses dihentikan, seluruh proses nwjs dan Python yang terkait langsung ikut tertutup. Saat itu aku cukup optimis kalau masalahnya udah ditemukan.

Aku coba buka pgAdmin lagii, loh masih ada error.

Karena masih penasaran, aku baca informasi yang ditampilkan. Di sana terlihat bahwa pgAdmin menggunakan port 5050 dan dijalankan dari folder pgAdmin 4_old(Ini file pgAdmin aku yang pertama). Dari sini muncul dugaan bahwa masalahnya mungkin bukan pada PostgreSQL, melainkan pada pgAdmin itu sendiri.

Aku kemudian coba buka tap eror pgAdmin dan menonaktifkan penggunaan port tetap (fixed port). Setelah konfigurasi disimpan dan pgAdminĀ  dan langsung masuk ke menu awalan. Huhh legaa… akhirnya bisa kebuka lagi.

Yang lebih melegakan lagi, database yang sebelumnya aku buat ternyata masih ada. Database Belajar_backend dan student_app tetap tersimpan seperti semula. Karena ternyata juga itu sudah otomatis tersimpan di data folder laptop. Yoo maklum yah namanya juga masih pemula hehehe.

Dari pengalaman ini aku belajar satu hal penting:

Error “The pgAdmin 4 server could not be contacted” ga selalu berarti database PostgreSQL kita rusak atau hilang. Dalam kasus yang aku alami, PostgreSQL sebenarnya masih berjalan dengan baik. Yang bermasalah justru aplikasi pgAdmin yang digunakan untuk mengelola database tersebut.

Jadi kalau kamu mengalami masalah yang sama, jangan buru-buru panik atau langsung install ulang. Coba lakukan beberapa langkah berikut terlebih dahulu:

  1. Tutup semua proses pgAdmin yang masih berjalan melalui Task Manager.
  2. Periksa apakah ada proses nwjs atau Python yang masih aktif, kalau masih aktif coba di end task.
  3. Coba ubah pengaturan port pada konfigurasi pgAdmin dan menonaktifkan penggunaan port tetap (fixed port).
  4. Pastikan PostgreSQL Service masih berjalan.
  5. Cek kembali apakah database masih ada setelah pgAdmin berhasil dibuka.

Dalam kasusku, langkah-langkah sederhana tersebut berhasil membuat pgAdmin kembali normal tanpa perlu install ulang. Dan yang paling penting, semua database yang sebelumnya sudah dibuat tetap aman.

Kadang-kadang masalah yang terlihat besar ternyata hanya berasal dari aplikasi yang sedang “ngambek”, bukan dari databasenya wkwkwk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *