Pagi tadi sebenarnya jalannya kayak hari-hari sebelumnya. Bangun subuh, lanjut siap-siap sampai aku benar-benar berangkat. Biasanya, jarak waktu antara aku selesai siap sama berangkat itu sekitar 20–30 menit.
Nah, setelah aku selesai siap-siap, aku dikabarin sama ibu kalau motornya lagi dipakai gantian sama kakakku. Soalnya biasanya kakakku kerja naik ojek online. Kalau dibilang sih, jarak tempuhku lebih jauh dibandingkan kakakku. Tapi hari ini katanya kakakku ada urusan di luar tempat kerjanya, jadinya dia perlu pakai motor.
Ya udah, akhirnya aku pesan ojek online seperti biasa. Dapet pengemudinya, dia sampai di titik jemput, dan aku pun berangkat. Keluar dari komplek, langsung jalan Kalimalang. Nah, pas di lampu merah BCP, biasanya aku belok kiri ke arah Summarecon. Tapi bapak-bapak pengemudinya malah nunggu di lampu merah.
Aku kira dia mau lewat jalan yang biasa aku lewati. Tapi karena dia nunggu di lampu merah, tiba-tiba ada feeling, "Duh, ini gue mau dibawa ke mana, ya? Jangan-jangan gue diculik?" Perasaan itu muncul karena dulu sempat beredar kabar soal penumpang yang dibawa kabur sama pengemudi ojek online.
Akhirnya aku coba tanya ke pengemudinya, "Pak, kenapa enggak lewat Summarecon aja?" Pertanyaan pertama ini enggak dijawab. Duh, makin curiga deh aku wkwkw. Tapi jujur, pas pertama kali ketemu, pengemudinya juga ekspresinya biasa aja maksudku, enggak terlalu ramah gitu. Tapi udah beberapa kali aku naik ojek online dan ketemu sama pengemudi yang seperti itu. jadinya aku yaudah gapapa.
Terus aku coba tanyain lagi, "Pak, ini lewat mana ya?" Nah, pertanyaan kedua ini dijawab, "Lewat Stasiun Bekasi, Mbak." Dari situ aku baru inget, oh iya, lurus juga bisa lewat Stasiun Bekasi tapi aku lupa-lupa inget makannya sempet panik wkwkwk. Lega rasanya, dan perasaan curiga itu mulai hilang.
Begitu dengar jawaban itu, aku jadi mikir, "Oh iya, bener juga. Selama ini aku memang selalu belok kiri ke Summarecon, tapi ternyata jalur lurus ke arah Stasiun Bekasi itu juga nyambung ke tempat tujuanku." Aku jadi sedikit malu karena sempat panik sendiri. Tapi ya gimana lagi, namanya juga pernah dengar cerita-cerita serem soal ojek online, jadi wajar kalau sedikit overthinking.
Sepanjang sisa perjalanan, aku coba lebih santai. Bapak pengemudinya juga mulai sedikit ngobrol, meskipun tetap dengan gaya khasnya yang singkat dan tidak terlalu ekspresif. Ternyata dia memang biasa ambil jalur Stasiun Bekasi biar ga ketemu lampu merah yang banyak (Padahal sih sama aja). Aku dalam hati bersyukur tidak langsung melompat ke kesimpulan terburuk.
Alhamdulillah, akhirnya aku sampai dengan selamat. Padahal awalnya deg-degan banget, tapi ternyata cuma karena rute yang berbeda dari biasanya.
Sampai di tempat tujuan, aku ucapin terima kasih ke beliau dan turun dengan perasaan lega. Dari kejadian ini aku belajar, ternyata tidak semua pengemudi ojek online yang diam itu mencurigakan. Kadang mereka hanya fokus nyetir atau memang orangnya pendiam. Tapi di sisi lain, nggak ada salahnya juga sih buat tetap waspada dan bertanya kalau merasa ada yang aneh. Yang penting sopan dan nggak langsung nyinyir.
Jadi, meskipun pagi itu dimulai dengan kekhawatiran, Alhamdulillah semuanya berakhir baik. Besok-besok kalau naik ojek online lagi, aku akan tetap hati-hati, tapi nggak akan terlalu cepat panik kalau rutenya beda dari biasanya. Kecuali kalau diajak ke gang kecil yang gelap... nah itu baru lain cerita wkwkwk.