jln. swadaya raya
contact@domain.com
Follow Us Online
081809323666
Learn More
blogs
Home » Catatanku  »  Aku Nggak Seproduktif Itu
Aku Nggak Seproduktif Itu

Akhir-akhir ini aku sering merasa kalau hidup tuh seperti lomba. Semua orang terlihat sibuk, punya progress, punya pencapaian, dan terus bergerak maju. Sedangkan aku? Kadang masih stuck di tempat yang sama sambil bingung sebenarnya lagi ngapain.

Kadang aku buka media sosial dan lihat orang-orang upload kegiatan mereka. Ada yang kerja, belajar, ikut course, bangun pagi, olahraga, bahkan punya side hustle. Lama-lama tanpa sadar aku mulai membandingkan diriku sendiri.

“Kenapa aku nggak bisa kayak mereka ya?”

Padahal sebenarnya, aku juga sedang berusaha. Cuma mungkin caraku nggak selalu terlihat.

Ada hari dimana aku bisa fokus belajar berjam-jam dan merasa produktif banget. Tapi ada juga hari dimana buka laptop aja rasanya berat. Baru duduk sebentar udah capek duluan. Kadang bukan karena malas, tapi memang pikiranku lagi penuh.

Dan lucunya, sekarang istirahat aja kadang bikin merasa bersalah.

Kalau sehari nggak melakukan apa-apa, rasanya seperti gagal jadi manusia produktif. Seolah-olah nilai diri kita ditentukan dari seberapa sibuk kita hari itu.

Padahal capek juga manusiawi ya.

Aku mulai sadar kalau ternyata aku nggak harus selalu bergerak cepat. Nggak harus setiap hari punya progress besar. Kadang bertahan melewati hari yang berat aja sudah cukup.

Aku juga lagi belajar menerima kalau hidup tiap orang punya waktunya masing-masing. Ada yang jalannya cepat, ada yang pelan. Dan mungkin aku termasuk yang pelan.

Dulu aku pikir menjadi produktif berarti harus terus melakukan sesuatu tanpa berhenti. Tapi sekarang aku mulai ngerti kalau istirahat juga bagian dari proses.

Karena kalau dipaksa terus, lama-lama bukan berkembang, malah burnout.

Sekarang aku cuma mau jalan pelan-pelan aja, nggak harus selalu sempurna dan nggak harus selalu kelihatan hebat. Yang penting masih ada kemauan untuk mencoba banyak hal lainnya.

Dan kalau ternyata aku belum sejauh orang lain, mungkin bukan karena aku gagal. Mungkin aku cuma sedang berjalan dengan caraku sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *