Belajar Database MySQL / MariaDB: Input data, Backup, dan Restors

Written by

in

Di era digital sekarang ini, hampir semua aplikasi dan website pasti berhubungan dengan database. Database digunakan untuk menyimpan dan mengelola data agar lebih rapi, terstruktur, dan mudah diakses. Mulai dari data pengguna, data produk, sampai data login, semuanya tersimpan di dalam database.

Di blog ini, aku ingin berbagi pengalaman belajar dan praktik dasar mengenai database menggunakan MariaDB yang kompatibel dengan MySQL. Pada tahap awal, aku menginstal MariaDB sebagai database server. Selanjutnya, proses pembuatan dan pengelolaan database aku lakukan menggunakan perintah MySQL, karena MariaDB memang memiliki kompatibilitas yang sangat baik dengan MySQL.

Melalui praktik ini, aku jadi lebih memahami bagaimana cara kerja sebuah database, mulai dari proses instalasi hingga pembuatan database secara langsung melalui command line. Blog ini aku buat sebagai catatan pembelajaran pribadi, sekaligus sebagai referensi sederhana untuk pemula yang ingin mulai belajar database dari dasar.

Praktik ini kamu boleh menggunakan sistem operasi apapun ya, disini aku menggunakan ubuntu. Yuk langsung aja ke praktiknya.

Input Database

Langkah pertama pastinya kamu sudah remote mengunakan putty, untuk caranya kamu bisa menggunaka cara ini. Setelah berhasil melakukan remote, kamu bisa masuk ke direktori /etc/bind.Selanjutnya, lakukan instalasi MariaDB dengan menjalankan perinta apt install mariadb-server -y.

Pada tahap awal ini, aku melakukan login ke database menggunakan perintah mysql -u root -p. Setelah berhasil masuk ke MariaDB monitor, aku menjalankan perintah SHOW DATABASES; untuk melihat daftar database yang tersedia di server. Dari hasil tersebut, aku bisa melihat beberapa database bawaan seperti information_schema, mysql, performance_schema, dan sys yang secara default digunakan oleh sistem MariaDB/MySQL.

Selanjutnya, aku membuat sebuah database baru dengan perintah CREATE DATABASE db_cvteam16;. Setelah perintah tersebut berhasil dijalankan, aku kembali menggunakan perintah SHOW DATABASES; untuk memastikan bahwa database baru telah berhasil dibuat. Dari hasil yang ditampilkan, terlihat bahwa database db_cvteam16 sudah muncul dalam daftar database yang tersedia di MariaDB/MySQL.

Pada tahap ini, aku membuat database baru dengan perintah CREATE DATABASE db_cvteam16;. Setelah database berhasil dibuat, aku menjalankan perintah SHOW DATABASES; untuk memastikan bahwa database tersebut sudah terdaftar di sistem. Selanjutnya, aku memilih dan masuk ke database db_cvteam16 menggunakan perintah USE db_cvteam16; agar database tersebut siap digunakan untuk proses pengelolaan tabel dan data selanjutnya.

Setelah berhasil masuk ke database db_cvteam16, aku menambahkan data ke dalam tabel tbl_cv menggunakan perintah INSERT INTO. Data yang dimasukkan meliputi nama, alamat, tanggal lahir, nomor telepon, alamat email, asal sekolah, dan umur. Untuk memastikan data berhasil tersimpan, aku menjalankan perintah SELECT * FROM tbl_cv; dan hasilnya menunjukkan bahwa data telah berhasil ditambahkan ke dalam tabel.

Jika sudah memasukkan beberapa data, aku bisa mengubah data yang sudah diinput sebelumnya. Perubahan data tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan perintah update tbl_cv SET nama='data_baru', alamat='data_baru' where no='nomor_data';. Jika sudah maka bisa diperiksa kembali dengan menggunakan perintah show databases; dan periksa data yang sudah kamu ubah.

Jika tidak ingin mengubah semua data, aku bisa memilih data tertentu yang ingin diubah dengan menggunakan perintah select * from tbl_cv where asal_sekolah(pilih data yang mau diubah)='smkn 1 kota bekasi'; seperti pada gambar di bawah ini.

Backup Database

Backup dilakukan untuk mengamankan data yang ada saat ini. Restore hanya dilakukan jika ingin mengembalikan data dari backup, misalnya karena data rusak, hilang, atau pindah server. Kalau restore tanpa backup, ada risiko data lama tertimpa dan hilang permanen.

Pada tahap ini, proses backup database dilakukan menggunakan perintah mysqldump untuk mengekspor seluruh data dari database ke dalam sebuah file berekstensi .sql. File backup ini berfungsi sebagai cadangan data yang nantinya dapat digunakan kembali apabila terjadi kerusakan, kehilangan data, atau saat proses restore database diperlukan.

Restore Database

Restore database pada MySQL dan MariaDB adalah proses mengembalikan data dan struktur database dari file backup (.sql) ke dalam database agar data dapat digunakan kembali seperti semula. Restore perlu dilakukan untuk memulihkan data yang hilang atau rusak, mengantisipasi kegagalan sistem, serta mempermudah pemindahan dan pengujian database tanpa harus membuat ulang dari awal.

Pada tahap ini, proses restore database dilakukan dengan mengimpor file backup berekstensi .sql ke dalam database menggunakan perintah mysql. File data-dump.sql yang sebelumnya dihasilkan dari proses backup dimasukkan kembali ke database data_team16. Setelah proses restore selesai, dilakukan pengecekan data menggunakan perintah SELECT untuk memastikan bahwa tabel dan seluruh data telah berhasil dikembalikan dengan benar.

Dari praktik ini, aku jadi lebih paham dasar penggunaan database menggunakan MariaDB dan MySQL. Mulai dari proses instalasi sampai pembuatan database, semuanya membantu aku memahami bagaimana database bekerja.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan jadi catatan pembelajaran buat aku sendiri maupun buat teman-teman yang juga sedang belajar database.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *