Produktif Seharian, Dari PKL Sampai Belanja Event

Written by

in

Pagi ini aku bangun jam 5. Setelah itu langsung siap-siap untuk berangkat PKL (karena aku sedang tidak sholat). Sambil menunggu Syifa datang ke rumah, aku juga menyiapkan bekal. Begitu Syifa sampai, kita berdua langsung berangkat.

Perjalanan alhamdulillah lancar tanpa kendala. Hari ini kami memang berangkat lebih awal karena jam 8 pagi Bu Nikmah (guru pembimbing) akan melakukan kunjungan ke markas. Kami sampai sekitar jam 07.26, tak lama setelah itu Bu Nikmah juga tiba. Sambil menunggu Pak Bos datang, Syifa sempat meminta revisi Laporan PKL.

Tepat jam 8 pagi, Pak Bos sampai dan langsung menemui Bu Nikmah. Kami semua—Bu Nikmah, Pak Bos, Mbak Zahro, Mas Tyo, aku, dan Syifa—kemudian pindah ke ruang baru di lantai 2. Di sana Bu Nikmah dan Pak Bos ngobrol santai, sekaligus menyerahkan surat yang harus ditandatangani Mas Tyo.

Jam 9, saat Bu Nikmah masih ada di markas, aku membuat link untuk meeting team support, lalu ikut menyimak obrolan yang sedang berlangsung. Sekitar jam 10 kunjungan selesai. Setelah itu aku lanjut membaca tulisan Bapak Dahlan Iskan berjudul Obat Gelumbuk. Dari situ aku menarik garis besar bahwa India bisa membuat obat murah sejak tahun 1970, ketika Bapak N. Rajagopala Ayyangar memutuskan hanya mengakui paten proses, bukan produk, atas dorongan Ibu Indira Gandhi. Aturan ini membuat India mampu memproduksi obat dengan kandungan sama tapi harga lebih murah hingga dijuluki “apotek dunia”. Meski sudah masuk WTO, India tetap punya aturan khusus agar rakyat bisa mendapatkan obat terjangkau, terutama saat wabah. Pemikiran ini mirip dengan gagasan Bapak Nono Anwar Makarim bahwa paten berbeda dengan barang fisik. Indonesia pun mendapat manfaat, misalnya lewat obat hepatitis B murah bernama Heplav.

Selesai membaca, aku lanjut belajar bahasa Inggris pakai aplikasi Duolingo. Setelah itu ikut meeting online tentang event tahunan yang akan dilaksanakan minggu ini. Meeting berlangsung sampai jam istirahat.

Setelah istirahat, aku dikabarin Mbak Zahro soal stok video reels Zeze Zahra. Aku pun langsung mengedit, mulai dari mencari judul, membuat cover, sampai mendownload hasilnya. Kemudian aku lanjut mengerjakan course Golang. Hari ini aku menyelesaikan 4 lab dan menonton 4 video materi. Dari salah satu materi, aku belajar tentang high-order function di Go, yaitu fungsi yang bisa menerima fungsi lain sebagai parameter atau mengembalikannya sebagai return value. Intinya, fungsi bisa diperlakukan seperti nilai (disimpan di variabel, dikirim, atau dikembalikan). Biasanya ini dipakai biar kode lebih fleksibel, mirip dengan konsep map, filter, atau reduce di bahasa lain.

Siang hari, Mbak Zahro memberi kabar bahwa jam 2 kami akan belanja kebutuhan konsumsi untuk event. Tapi karena hujan deras, belanjanya mundur jadi jam 3. Aku dan Mbak Mardiah pergi lebih dulu untuk belanja, sedangkan Mbak Zahro dan Syifa ke ATM sebelum menyusul. Setelah belanja, kami kembali ke markas sekitar jam 4 sore, tapi ternyata masih ada barang yang belum terbeli. Akhirnya dibagi tugas lagi: aku dan Mbak Mardiah merapikan belanjaan yang sudah ada, sementara Syifa dan Mbak Zahro membeli barang yang belum lengkap.

Selesai semua urusan, aku menutup hari ini dengan menulis blog dan membuat laporan kegiatan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *