Pagi ini aku bangun jam 05:55. Begitu bangun, aku langsung bersiap-siap untuk berangkat PKL. Setelah siap, aku turun ke bawah dan ketemu ibu yang lagi masakin bekal makan siangku. Menu bekalnya hari ini lumayan komplit: tumis kangkung, chicken katsu, dan martabak telur.
Ibu yang masak, aku yang masukin ke kotak bekal. Setelah selesai, aku chat Syifa buat ngajak berangkat lebih awal karena mau isi bensin dulu. Eh, ternyata dia tetap berangkat kayak biasanya. Untungnya, kita tetap sampai di markas tepat waktu, jam 07:42.
Sampai di sana, aku langsung cek email spam. Caranya, aku lihat isi pesannya untuk nentuin itu email beneran atau spam. Kalau ragu, aku bisa cek lagi di grup spamming.
Setelah itu, aku lanjut belajar bahasa Inggris di Duolingo sampai jam 9. Lalu aku baca catatan Disway yang ditulis Pak Dahlan Iskan berjudul Tanpa Pilwali. Dari catatan itu, intinya Mr. Donald Trump mau ambil alih pengelolaan Washington DC karena menilai kota itu nggak aman dan kurang rapi. Dia sampai nurunin polisi federal, ngusulin pencabutan otonomi khusus lewat RUU BOWSER Act, dan ngekritik wali kotanya, Muriel Bowser. Meski tingkat kejahatan menurun, Trump tetap nyorotin masalah kebersihan dan gelandangan—dan katanya sih ada motif politik di baliknya.
Selesai baca, aku chat Mbak Nanda buat nanya list alamat pengiriman hari ini. Setelah dikasih, aku langsung print dan siapin alamatnya. Lanjut, aku kerjain course DevOps. Di subbab Package Management, aku beresin 1 lab dan 2 video pembelajaran. Di subbab Working with Shell – II, aku selesain 2 lab dan 5 video. Jadi total hari ini 3 lab dan 7 video pembelajaran.
Nggak lama, Mbak Nanda ngabarin dokumen hari ini udah siap. Tinggal aku kasih materai, stempel, terus minta tanda tangan Om Akoy.
Pas jam istirahat, awalnya aku nggak mau jajan karena udah bawa bekal. Tapi Syifa ngajak beli batagor di depan SMA 1. Eh, pas nyampe malah tutup. Akhirnya aku beli cimol+kentang sama minuman, Syifa beli batagor di depan MTs Negeri 1. Balik ke markas, kita makan siang bareng.
Selesai makan, aku cuci tempat makan. Di situ Mbak Zahro datang dan ngabarin kalau nanti jam 1 siang ada meeting sama Pak Bos dan tim PKL. Mas Tyo juga nginfoin hal yang sama di grup.
Jam 12:58, kami (aku, Syifa, Mbak Zahro, dan Mas Ridwan) naik ke lantai atas. Meeting dipimpin Mbak Zahro, bahas soal job desk tim PKL ke depannya. Jam 2 meeting selesai, aku turun lagi niatnya mau lanjut course. Tapi Mbak Nanda bilang ada dokumen tambahan yang harus dikirim hari ini. Jadi aku langsung kerjain: bikin alamat, print amplop, print sertifikat, print dokumen, kasih materai, stempel, terus minta tanda tangan Pak Afandi (karena Om Akoy udah pulang). Setelah packing, aku kabarin Mang Gun kalau dokumen udah siap, dan dia jawab “oke”.
Nggak lama, Mas Tyo chat di grup nanya aku/Syifa lagi ada kerjaan nggak. Aku jawab nggak ada, terus dia bilang “nanti jam 3 ke atas ya”.
Sambil nunggu jam 3, aku lanjut lab course dan nyatet beberapa kuitansi petty cash tanggal 7 dan 8 Agustus. Jam 14:58 harusnya udah ke atas, tapi aku mau ke toilet dulu, jadi aku kabarin Mas Tyo.
Abis dari toilet, aku langsung ke ruangan atas. Mas Tyo kasih aku akses akun Blast dan Eventbrite, terus jelasin tugas pertama: publish info webinar Nakivo. Dia ajarin cara-caranya. Tugas kedua: edit video bumper. Aku cuma nyari musik yang cocok dan nyatuin sama video yang udah dibuat Mas Tyo.
Jam 3 lebih, briefing selesai. Aku balik ke tempat duduk, nulis blog ini, dan bikin laporan kegiatan di Zimbra Mail. Oh iya, di sela-sela kerjaan itu aku tetap ngecek email spam quarantine buat milah email asli dan spam. Aku juga cek aplikasi Aktiva buat pastiin email yang dikirim udah bener-bener terkirim. Kalau ada yang gagal, aku langsung hubungi pengirimnya.
Leave a Reply