Tes TOEIC, Duolingo, dan 15 Foto Blur.

Pagi ini aku bangun pukul 5, lalu sholat dan membaca novel sebentar—eh, malah ketiduran, ehehe. Aku dibangunkan oleh Syifa lewat telepon, lalu langsung bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. “Loh, kenapa nggak berangkat PKL?” Karena hari ini di sekolahku ada tes TOEIC, dan alhamdulillah kelasku mendapat sesi pertama, yaitu pukul 07.00–08.00. Tapi tes baru dimulai sekitar pukul 07.10 karena banyak teman-teman yang mengalami kendala seperti salah login, PC yang tidak menyala, dan headset yang tidak berfungsi.

Setelah semuanya siap, aku mulai mengikuti tes. Ini pertama kalinya aku mengikuti TOEIC. Di Part 1, yaitu Listening, soal dibacakan tanpa ada teks soal di layar—hanya muncul pilihan jawaban A, B, C, dan D. Waktu untuk menjawabnya sangat singkat, sekitar 10–15 detik per soal. Kalau lewat dari itu, soal langsung berlanjut ke berikutnya. Di Part 4 mulai masuk bagian Reading dengan tampilan soal yang lebih lengkap, sampai total 100 soal.

Selesai tes, aku dan Syifa langsung ke kantin untuk sarapan. Kami makan nasi kuning, lalu bertemu teman dari kelas lain dan sempat ngobrol sebentar soal tempat PKL masing-masing. Setelah itu, kami menuju ruangan Hubin untuk menanyakan surat balasan perpanjangan PKL. Ternyata kami harus mengurus surat izin perpanjangan terlebih dahulu ke wali kelas dan kepala jurusan untuk mendapatkan tanda tangan. Setelah semuanya ditandatangani, kami menyerahkan suratnya kembali ke Hubin. Mereka juga meminta kepastian tanggal berakhirnya PKL, dan kami langsung menyampaikannya.

Setelah itu, kami berangkat ke tempat PKL dan tiba di markas pukul 10.10. Aku langsung melanjutkan belajar Bahasa Inggris menggunakan aplikasi Duolingo. Hari ini aku masih berada di bab “Bentuk Negatif dari Kata Kerja Sekarang”.

Setelah belajar, aku sempat membaca catatan Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan berjudul Penasihat Komisaris. Dari tulisan itu, aku bisa mengambil garis besarnya: usulan agar wakil menteri diangkat sebagai penasihat BUMN untuk mendapat tambahan penghasilan mendapat tanggapan dari Bapak Mahfud MD dan Bapak Jimly Asshiddiqie. Menurut mereka, meskipun penasihat bukan jabatan struktural, tetap ada risiko benturan kepentingan, terutama jika menerima honorarium tetap. Karena itu, usulan tersebut sebaiknya dibatalkan.

Hari ini aku juga mengerjakan tugas-tugas administrasi seperti memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dikemas, serta mencetak amplop pengiriman. Semua itu harus selesai sebelum pukul 15.00.

Aku juga memeriksa email spam quarantine di Proxmox, memilah mana yang asli dan mana yang spam. Selain itu, aku mengecek aplikasi Aktiva untuk memastikan email pengiriman berhasil terkirim. Kalau ada yang gagal, aku langsung menginformasikan ke pengirimnya.

Setelah istirahat, aku mengerjakan pembaruan panduan Microsoft 365, khususnya mengedit foto dengan cara memburamkan (blur) bagian nama dan email pengguna. Di sela-sela itu, Bu Rahmi memintaku untuk memindai beberapa dokumen IBK Bank.

Pukul 14.00, seluruh panitia event tahunan Excellent mengikuti briefing hingga sekitar pukul 14.30. Setelah itu, aku melanjutkan memindai dokumen dan menyerahkannya beserta file digitalnya ke Bu Rahmi.

Setelah selesai, aku kembali mengedit foto. Hari ini aku menyelesaikan 15 foto, meskipun masih ada beberapa yang belum selesai. Saking asyiknya, tahu-tahu sudah pukul 16.00. Aku segera menyelesaikan edit foto terakhir, lalu menulis blog ini dan membuat laporan kegiatan di Zimbra sebelum mengirimkannya.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *