Pagi ini aku bangun pukul 06.00. Karena sedang halangan, aku langsung bersiap-siap untuk berangkat PKL. Setelah selesai menyiapkan diri, termasuk menyiapkan bekal, aku sudah siap pada pukul 06.58. Aku sempat menghubungi Syifa, dan ternyata dia baru saja selesai sarapan.
Akhirnya aku menunggu Syifa datang ke rumahku. Dia sampai pukul 07.22, dan kami langsung berangkat karena jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Kami sampai di markas pada pukul 07.48. Sesampainya di sana, aku langsung mencatat jam kehadiran di buku jurnal PKL, kemudian mengeluarkan laptop dan mulai belajar bahasa Inggris menggunakan aplikasi Duolingo. Aku juga menyelesaikan misi harianku di aplikasi tersebut.
Namun, saat sedang belajar, Mas Tyo mengirim pesan di grup PKL dan meminta bantuan untuk membuat informasi aktivasi ASAV. Aku pun segera membuatkan informasi tersebut di grup. Tapi, saat bagian “Akses (diisi dengan alamat dashboard tanpa domain, misalnya spampanel atau dashboard)”, aku bingung harus mengisinya dengan apa karena informasi dari Mas Tyo tidak menyebutkan detail tersebut.
Karena itu, aku bertanya dulu ke Mas Tyo. Beliau menjawab, “Tunggu dulu.” Ya sudah, sambil menunggu, aku lanjut membaca catatan Disway.
Hari ini catatan Disway berjudul Bonek Bonita. Seperti biasa, setiap catatan dari Bapak Dahlan Iskan selalu aku simpulkan. Berikut kesimpulanku: Catatan ini menceritakan semangat dan kebanggaan para Bonek dan Bonita yang mengikuti tur Persebaya ke Perth, Australia. Para pendukung ini berasal dari berbagai latar belakang—mulai dari dokter, psikolog, hingga TikToker—yang menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Persebaya melampaui usia, profesi, dan negara. Semua bersatu dalam semangat “Salam Satu Nyali! Wani!” yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Setelah itu, aku mengerjakan tugas administrasi di PT Excellent Infotama Kreasindo. Tugas-tugasnya antara lain: memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dikemas, serta mencetak amplop pengiriman. Semua tugas tersebut harus selesai sebelum pukul 15.00.
Aku juga sempat memeriksa email masuk dan memilah mana yang asli dan mana yang palsu—karena salah memilah bisa berdampak cukup serius.
Kemudian aku melanjutkan course DevOps pada subbab Web Server. Hari ini aku menyelesaikan 3 lab dan 4 materi pembelajaran. Aku belajar hingga waktu istirahat tiba.
Setelah istirahat, aku melanjutkan instalasi Zimbra di server MTA dan MBOX, karena kemarin sempat ada error saat SSH. Di tengah menunggu proses instalasi, Mas Tyo kembali mengirim pesan di grup tim PKL, memberikan tugas baru: mendesain background Carbonio.
Karena aku belum paham dengan penjelasan Mas Tyo, aku meminta penjelasan ulang. Namun, beliau bilang, “Sebentar ya.” Sambil menunggu, aku lanjutkan instalasi Zimbra.
Setelah instalasi Zimbra di server MTA selesai, aku coba akses melalui browser, tapi belum berhasil. Aku bertanya ke ChatGPT, dan dari penjelasannya, aku harus menginstal Zimbra di server MBOX terlebih dahulu. Maka, aku lanjut instalasi di server MBOX.
Selesai instalasi, aku baru sadar ada kesalahan saat konfigurasi—aku salah memasukkan nama domain untuk SMTP. Seharusnya aku menulis hostname lengkap seperti mta.zahwaptr.com, tapi aku hanya menuliskan zahwaptr.com. Aku menyadari kesalahan itu setelah instalasi selesai dan mencoba mengaksesnya via browser, eh hasilnya eror. Seperti ini:

Saat aku sedang mencari cara memperbaiki kesalahan itu lewat ChatGPT, tiba-tiba Mas Tyo memanggil aku dan Syifa untuk naik ke atas. Beliau menjelaskan tugas baru, yaitu mendesain background Carbonio. Kami pun dibagi tugas: aku di server Carbonio Admin dan Syifa di server Carbonio Client.
Setelah briefing singkat selesai, aku langsung menulis blog ini dan membuat laporan kegiatan di mail zimbra.
Kemudian aku menulis jam pulang ku di buku jurnal PKLku.
Leave a Reply