Pagi ini aku bangun jam 5, lalu sholat dan langsung bersiap-siap. Tapi kali ini aku bersiap untuk mengambil rapot di sekolahku. Yap, hari ini adalah pengambilan rapot.
Aku izin ke Mas Tyo dan Pak Andez bahwa hari ini aku datang agak siang karena sekolahku ada jadwal pengambilan rapot. Aku ambil rapot jam 8 pagi, dan sesampainya di sekolah, aku menjadi orang kedua yang mengambil rapot setelah Syifa. Di sana aku mendapat kabar baik dari wali kelasku bahwa peringkatku naik dan masuk 10 besar. Beliau juga mengingatkan agar tidak membawa motor ke sekolah jika belum memiliki SIM.
Setelah itu, aku langsung pulang ke rumah dan memberi kabar ke Syifa bahwa aku sudah di rumah dan siap berangkat PKL. Syifa pun langsung menjemputku. Saat dia tiba, aku belum siap karena masih menyiapkan bekal. Setelah bekalku siap, kami langsung berangkat.
Kami tiba di markas sekitar jam 9 lewat 22 menit. Aku langsung belajar Bahasa Inggris lewat Duolingo dan menyelesaikan misi harianku. Setelah itu, aku lanjut membaca catatan Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan berjudul “Centang Satu.” Dari cerita itu, aku menarik garis besar bahwa setelah konflik dengan Israel dan AS, Iran memutus internet demi keamanan. Mahasiswa Indonesia di Qom tetap aman dan tidak ikut evakuasi, sementara evakuasi dari Teheran sempat terhambat. Setelah ada gencatan senjata, evakuasi dilanjutkan. Iran merasa menang, dan aplikasi lokal seperti Bale dan Eitaa menjadi andalan saat internet mati.
Hari ini aku juga mengerjakan tugas administrasi di PT Excellent Infotama Kreasindo. Tugasnya antara lain memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dipacking, serta mencetak amplop pengiriman. Semuanya harus selesai sebelum pukul 3 sore.
Aku juga sempat memeriksa email masuk dan memilah mana yang asli dan mana yang palsu. Ini penting karena salah memilah bisa berdampak serius. Hari ini banyak email spam, jadi aku, Syifa, dan Ikhasan harus menyortirnya.
Setelah itu, aku bantuin Syifa mengedit panduan admin, khususnya mengedit beberapa gambar. Tapi lalu ada permintaan tambahan dari Mas Tyo, jadi aku bantu Syifa menyelesaikannya.
Karena kami belum pernah mencoba instalasi multi-server Zimbra, hari ini aku mencari-cari tutorialnya. Aku sempat menemukan panduan dari blog Mas Tyo, tapi ternyata tutorialnya belum selesai ditulis. Aku juga menemukan panduan lain, tapi menggunakan CentOS 7. Karena aku belum terbiasa dengan CentOS 7, aku mulai mempelajari perintah-perintah dasarnya.
Selain itu, aku juga mempelajari fungsi dari Zimbra multi-server. Aku ingin mencoba instalasi dari rumah, jadi aku berencana me-remote Proxmox PVE, tapi aku butuh IP public-nya. Setelah aku konfirmasi ke Mas Tyo, katanya harus minta akses dulu. Padahal kalau sudah dapat akses hari ini, aku rencananya mau install besok. Tapi ya sudahlah, akhirnya tertunda sampai hari Senin.
Aku juga bantuin Syifa mengganti font dan tema panduan admin dan klien di Asciidoc. Karena kami baru pertama kali melakukannya, sempat kebingungan dan bertanya ke Mas Tyo—eh, ternyata Mas Tyo juga lupa font-nya apa saja. Akhirnya kami cari font-nya di web Asciidoctor, lalu kami coba masukkan ke VSCode dan jalankan perintah di terminal untuk membuat file PDF-nya. Setelah hampir dua jam, akhirnya selesai juga—walau cover-nya belum sempat kami masukkan.
Waktu pun sudah menunjukkan pukul 4 sore, saatnya aku menulis blog ini dan membuat laporan kegiatan di Zimbra Mail.
Oh iya guys, kemarin aku pernah bilang kan sama kalian semua kalau aku mau rajin – rajin menulis blog. Yuk kunjungi tulisan terbaruku di category Catatanku!
Leave a Reply