10 Menit yang Mengubah Pandangan Menulisku

Written by

in

Pagi ini aku bangun jam 5, aku sholat subuh terlebih dahulu, lalu bersiap-siap untuk berangkat PKL. Kalau kemarin kami berangkat jam setengah 8, hari ini kami berangkat lebih awal, sekitar jam setengah 7. Kami ingin mengisi bensin dulu karena biasanya pagi-pagi antrean di pom bensin sangat panjang.

Aku sampai di markas jam 07.06 dan menunggu di depan hingga ada yang datang dan duduk di kursi depan. Tak lama, Bu Rahmi dan Mbak Lala datang lalu duduk di sana. Setelah itu aku kembali ke tempat dudukku dan langsung membuka laptop.

Aku memulai hari dengan belajar bahasa Inggris menggunakan aplikasi Duolingo. Hari ini aku belajar bab baru, yaitu tentang mendeskripsikan anggota keluarga, dan berhasil menyelesaikan misi harian.

Kemudian aku membaca catatan Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan berjudul Bale Aras. Garis besar dari catatan ini adalah tentang Purkon, dosen asal Indonesia di Iran, yang menjelaskan soal aplikasi pesan lokal Bale dan budaya Iran yang sangat kuat dan ideologis. Meski diserang Israel, rakyat Iran tetap teguh karena terbiasa dengan semangat pengorbanan seperti tokoh legendaris Rostam dan simbol sungai Aras.

Setelah itu, aku mengerjakan tugas administrasi di PT Excellent Infotama Kreasindo. Tugas-tugasnya meliputi memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dipacking, serta mencetak amplop pengiriman. Semua harus selesai sebelum pukul 3 sore.

Aku juga sempat memeriksa email masuk dan memilah mana yang asli dan mana yang palsu. Proses ini penting karena kesalahan dalam memilah email bisa berdampak serius.

Selanjutnya, aku melanjutkan mengedit panduan klien yang kemarin sempat aku kerjakan. Alhamdulillah, hari ini selesai. Tapi kami masih menunggu konfirmasi dari Mas Tyo karena sebelumnya ada beberapa revisi dari Mas Ridwan yang sudah kami perbaiki.

Aku juga menyelesaikan revisi SOP TKJ dari Mas Tyo. Revisi yang aku kerjakan hari ini meliputi: menambahkan cc ke Om Akoy, membuat tutorial instalasi AsciiDoc menggunakan Linux, merapikan tulisan yang typo, dan menambahkan course DevOps. Revisi ini selesai sekitar jam 2 siang, dan langsung aku kirim ke Mas Tyo.

Tidak lupa, aku juga melanjutkan course DevOps-ku. Hari ini aku masuk ke bab baru, yaitu DevOps Pre-Requisite Course. Tapi hari ini aku hanya menonton videonya saja karena Syifa sedang mengerjakan lab. Kami memakai satu akun yang sama, jadi harus bergantian.

Sambil menyimak materi, Om Jaya juga sempat meminta bantuan untuk mencetak beberapa dokumen Aktiva. Sambil mencetak, aku menyicil menulis blog dan membuat laporan kegiatan hari ini di Zimbra Mail.

Sebelum pulang aku sempatkan untuk menulis beberapa kwintansi petty cash yang tanggal 19 dan 20 bulan ini.

Karena aku sudah selesai menulis dan masih punya waktu sekitar 10 menit sebelum mengirim laporan kegiatan, aku sempat membaca beberapa blog milik Mas Tyo. Dari beberapa tulisan yang kubaca, aku jadi terinspirasi. Ternyata, apa pun yang ditulis bisa menjadi kenangan atau memori untuk diri sendiri dan juga dapat sharing cerita pada pembaca. Mungkin ke depannya aku juga akan mencoba menulis dan mengungkapkan semuanya lewat tulisan. Jadi, nantikan blog-blogku selanjutnya ya, hehe.

Jam 16:30 tepat aku mengirimkan laporan kegiatanku melalui mail zimbra.

Comments

4 responses to “10 Menit yang Mengubah Pandangan Menulisku”

  1. Masim "Vavai" Sugianto Avatar

    Bacaan yang biasa kita baca memang bisa menjadi inspirasi. Kadang orang yang pendiam ternyata bisa bercerita banyak di tulisan. Kita juga bisa mengukur kedalaman berpikir seseorang melalui tulisan.

    Semangat menulis, Zahwa

    1. Zahwa Juliana Putri Avatar

      Terima kasih banyak pak bos dan semangatnya
      Benar banget, terkadang lewat tulisan kita bisa lebih bebas mengekspresikan diri dan menyampaikan hal-hal yang sulit diucapkan langsung.
      Saya jadi makin termotivasi untuk terus belajar menulis dan menuangkan pemikiran-pemikiran saya. Semoga tulisan saya ke depannya bisa semakin baik.

  2. Masim "Vavai" Sugianto Avatar

    Bacaan yang biasa kita baca memang bisa menjadi inspirasi. Kadang orang yang pendiam ternyata bisa bercerita banyak di tulisan. Kita juga bisa mengukur kedalaman berpikir seseorang melalui tulisan.

    Semangat menulis, Zahwa

    1. Zahwa Juliana Putri Avatar

      Terima kasih banyak pak bos dan semangatnya
      Benar banget, terkadang lewat tulisan kita bisa lebih bebas mengekspresikan diri dan menyampaikan hal-hal yang sulit diucapkan langsung.
      Saya jadi makin termotivasi untuk terus belajar menulis dan menuangkan pemikiran-pemikiran saya. Semoga tulisan saya ke depannya bisa semakin baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *