Bukan Hari Biasa, Tapi Hari yang Bermakna : Impian Kuliah di IPB

Written by

in

Pagi ini aku bangun kesiangan, hehe… Entah kenapa bisa begitu, tapi untungnya semua pakaian yang akan kupakai hari ini sudah kusiapkan dari jauh-jauh hari. Jadi begitu bangun tidur, aku langsung bersiap-siap dan membereskan kamar. Setelah itu, aku langsung mengabari Syifa bahwa aku sudah siap.

Syifa pun langsung berangkat ke rumahku. Begitu sampai, kami berdua langsung berangkat bersama. Untung saja di jalan tidak macet—kalau macet, kami bisa telat.

Kami tiba di kantor pukul 07.37. Setibanya di sana, aku langsung menyelesaikan misi harian di Duolingo. Awalnya, aku mengerjakannya lewat HP, tapi ada satu misi yang tidak bisa diisi. Akhirnya, aku melanjutkannya lewat laptop. Dan yap, misinya pun selesai!

Dan tiba – tiba aku dan Syifa di chat oleh mas Tyo untuk sortir foto yang panduan admin dan klien, serta foldernya dijadikan ZIP. Yasudah aku dan Syifa langsung bagi tugas yaitu aku mengerjakan yang klien dan Syifa yang admin. Disela – sela aku dan Syifa men-sortir foto – foto nya, mas Tyo ngasih tau kalau bisa jam setengah 10 sudah selesai, sedangkan kami mengerjakannya di jam setengah 9.

Tapi alhamdulillah nya kami menyelesaikan nya sebelum jam setengah 10, dan aku langsung saja mengirimnya ke mas Tyo.

Setelah itu, aku membaca artikel Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan, berjudul “Gelap-Terang”. Dari artikel ini, aku bisa menarik garis besar bahwa Radio Suara Surabaya (SS) adalah media yang sangat dekat dengan warga Surabaya karena sering membantu menyuarakan berbagai masalah dan kejadian secara cepat, termasuk kasus pencurian. Meskipun bukan yang terbesar, SS sangat dipercaya dan terus berkembang di tangan generasi penerus yang profesional.

Lanjut, aku menyiapkan beberapa dokumen administrasi. Mulai dari memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dipacking, hingga mencetak amplop pengiriman.

Namun, di sela-sela aktivitas itu, Mas Tyo memberi tahu bahwa akan ada briefing sebentar bersama Pak Bos dan tim PKL. Topik briefing hari ini adalah merevisi blog Ikhsan dan Syifa. Pak Bos juga sedikit bercerita tentang masa lalunya saat masih bekerja. Beliau sempat bertanya kepada aku dan Syifa, “Kenapa kalian bisa PKL di sini? Disalurkan Bu Nikmah atau kalian minta rekomendasi?” Aku menjawab, “Kami berdua, Pak Bos, yang minta rekomendasi.”

Pak Bos juga bertanya kepada kami bertiga (aku, Syifa, dan Ikhsan), “Setelah lulus sekolah, kalian mau langsung kerja atau kuliah?” Aku menjawab, “Kalau saya ingin melanjutkan kuliah, Pak Bos.” Beliau lalu menanyakan lagi, “Niatnya mau kuliah di mana?” Aku jawab, “Insyaallah di IPB, Pak Bos. Saya ingin mengambil jurusan Ilmu Komputer.” Pak Bos pun bercerita bahwa dulu beliau kuliah D3 dan S1 di Universitas Bani Saleh, dan melanjutkan S2 di President University. Syifa dan Ikhsan juga ikut menjawab pertanyaan yang sama tentang rencana mereka setelah lulus.

Setelah itu, kami kembali ke topik pembahasan, yaitu merevisi blog milik Syifa. Saat merevisi blog Ikhsan, Pak Bos juga sempat menunjukkan blog miliknya yang ditulis sebelum tahun 2020. Ada satu blog yang membahas tentang mie ayam. Eh, ternyata aku dan Syifa langsung ngiler dan jadi pengin makan mie ayam!

Akhirnya, untuk makan siang hari ini, kami memutuskan makan mie ayam pangsit, hehe. Tapi sayangnya, di foto makanannya, pangsitnya tidak kelihatan, soalnya ditaruh di bawah mie-nya sama abangnya.

Setelah makan, kami tidak langsung kembali ke kantor. Kami mampir dulu untuk membeli minuman Haus Keliling, kebetulan Mbak Zahro juga nitip minuman ke kami.

Sesampainya di kantor, aku menuliskan beberapa kwitansi petty cash lalu aku lanjut mengedit SOP TKJ. Hari ini aku berhasil menyelesaikan 6 poin, dan masih ada 12 poin lagi yang harus diselesaikan.

Tapi aku tidak menyelesaikannya semua hari ini, karena aku juga harus menyicil course DevOps-ku. Hari ini aku belum menyelesaikan satu bab penuh karena waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore—saatnya menulis laporan kegiatan ini dan menulis blog harianku.

Comments

2 responses to “Bukan Hari Biasa, Tapi Hari yang Bermakna : Impian Kuliah di IPB”

  1. zaidan Avatar
    zaidan

    Halo Zahwa, salam kenal. Saya liat “IPB” jadi penasaran hehehe. Soalnya saya juga lulusan IPB (D3 Teknik Komputer-sekarang udah ganti).

    Semoga sukses dan bisa masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan.

    1. Zahwa Juliana Putri Avatar

      Halo mas Zaidan terimakasih sudah mampir ke blog saya
      waw mas Zaidan alumni IPB toh

      Aamiin Terimakasih mas Zaidan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *