Disiplin Itu Penting: Belajar dari Rokok dan Amputasi

Pagi ini aku bangun jam 5 pagi, lalu sholat subuh. Entah kenapa setelah itu aku ketiduran lagi, padahal semalam aku tidak begadang. Aku baru terbangun lagi jam setengah 6 pagi. Saat melihat jam, aku kaget dan berkata dalam hati, “Loh, udah jam segini?” Aku pun langsung bersiap-siap untuk berangkat PKL.

Saat sedang bersiap-siap, Syifa mengirimi pesan, “Wa udah siap?” Aku jawab, “Belum, sebentar lagi ya. Tapi kamu jalan duluan aja nggak apa-apa, biar pas sampai rumahku kita bisa langsung berangkat.”

Sesampainya Syifa di rumahku, kami langsung berangkat. Kami sampai di markas jam 07.40. Di jalan, kami sempat berpapasan dengan Mas Tyo dan akhirnya sampai di markas bersamaan dengannya.

Setibanya di markas, aku langsung duduk di tempatku dan membuka aplikasi Duolingo untuk belajar bahasa Inggris. Seperti biasa, aku menyelesaikan misi harianku.

Setelah itu, aku membaca catatan Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan, berjudul Rokok Amputasi. Catatan ini sangat menarik. Kesimpulannya: banyak penderita diabetes harus diamputasi karena tidak disiplin, terutama dalam menjaga pola makan dan berhenti merokok. Padahal, luka bisa dicegah jika mereka patuh. Sayangnya, banyak yang keras kepala — bahkan dokter dan perawat sekalipun.

Kemudian aku melanjutkan course DevOps-ku. Hari ini giliranku yang mengerjakan, dan aku menyelesaikan 3 tes serta menonton 4 video materi pembelajaran. Tidak terasa, jam istirahat pun tiba.

Setelah istirahat, aku mengerjakan tugas administrasi di PT Excellent Infotama Kreasindo. Tugas-tugasnya antara lain memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dipacking, serta mencetak amplop pengiriman. Semua harus selesai sebelum pukul 3 sore.

Aku juga sempat memeriksa email masuk dan memilah mana yang asli dan mana yang palsu — proses ini penting karena kesalahan memilah email bisa berdampak serius.

Siang ini aku makan ketoprak bareng Syifa di tempat biasa kami sarapan. Setelah itu, kami kembali ke markas dan aku sholat Zuhur.

Selesai sholat, Mas Tyo memberi tahu tim PKL bahwa ada tugas baru, dan kami diminta segera ke ruang training setelah istirahat. Aku, Syifa, dan Ikhsan pun naik ke atas. Syifa diminta login ke email Excellent, lalu Mas Tyo menjelaskan tugas barunya: kami harus memantau jika ada email yang gagal terkirim dan segera melaporkannya ke grup tim PKL.

Setelah itu, kami kembali ke tempat duduk masing-masing. Aku melanjutkan sedikit revisi SOP dan langsung mengirimkannya ke Mas Tyo.

Kemudian aku sempat mengedit video Reels Zeze Zahra yang akan diunggah besok.

Setelah itu, aku lanjut belajar course DevOps dan menyelesaikan 1 tes serta 1 video pembelajaran. Hari ini, aku juga sudah menyelesaikan sub-bab Linux Basic.

Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Aku pun langsung menulis blog ini dan membuat laporan kegiatan yang akan dikirim melalui Mail Zimbra.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *