Cari RAM sampai Muter-Muter, Tapi Hari Ini Tetap Produktif

Pagi ini seperti biasa, aku bangun dan bersiap-siap untuk berangkat PKL. Setelah selesai, aku mengabari Syifa bahwa aku sudah siap. Syifa pun membalas bahwa ia ingin mengisi bensin terlebih dahulu.

Setelah Syifa sampai di rumahku, kami langsung berangkat, namun mampir sebentar ke pom bensin. Kami tiba di kantor pukul 07.58, dan saat itu baru Mang Gun dan Mas Bagus yang sudah datang.

Aku memberi kabar kepada orang tuaku bahwa aku sudah sampai, kemudian langsung belajar Bahasa Inggris di aplikasi Duolingo dan menyelesaikan misi harianku.

Setelah itu, aku memeriksa kembali SOP yang sedang kususun, memastikan tidak ada poin yang tertinggal. Ternyata semua poin sudah masuk; aku hanya perlu merapikan font dan tata letaknya agar lebih rapi. Setelah selesai, aku mengirim draft SOP tersebut ke Mas Tyo untuk dicek kembali.

Aku juga membaca catatan Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan berjudul “Rakit Hulu”. Garis besar dari catatan ini adalah: pergantian direksi dan komisaris BUMN di musim RUPS, sorotan terhadap wakil menteri yang merangkap komisaris bergaji tinggi, serta pentingnya menjaga integritas di tengah godaan korupsi. Diterapkan pula kebijakan baru seperti larangan main golf dan pembatasan ajudan. Danantara menegaskan bahwa BUMN harus mandiri tanpa tambahan modal dari negara.

Sekitar pukul 09.30, aku dan Syifa pergi ke toko Vgen yang ada di Mega Bekasi. Sesampainya di sana, aku kesulitan mencari tempat parkir karena akses utama ditutup untuk pembangunan gedung. Setelah bertanya ke satpam, kami diarahkan ke tempat parkir yang baru.

Pembangunan Gedung di Mega Bekasi

Setelah parkir, Syifa sempat ke toilet, lalu kami naik ke lantai 1 untuk mencari ruko Vgen nomor 112. Kami sempat berputar-putar selama hampir 15 menit karena kesulitan menemukan rukonya dan tidak ada satpam yang bisa ditanya. Syifa pun mencoba mencari foto ruko di internet, tapi yang muncul justru service center Samsung. Kami pun masuk ke sana untuk bertanya apakah mereka melayani servis RAM Vgen, namun ternyata tidak.

Akhirnya, setelah mencari lagi, kami menemukan ruko Vgen yang sebenarnya. Aku menjelaskan keluhan RAM-nya kepada salah satu staf, tapi ternyata teknisi servisnya belum datang. Kami diminta kembali lagi setelah salat Jumat.

Kembali ke kantor, aku mengerjakan tugas administrasi di PT Excellent Infotama Kreasindo, seperti memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dipacking, dan mencetak amplop pengiriman. Aku juga memeriksa email masuk untuk memilah mana yang asli dan mana yang palsu—karena kesalahan dalam memilah email bisa berdampak besar.

Sekitar pukul 14.00, kami kembali ke toko Vgen. Kali ini, kami langsung bertemu dengan teknisi dan menyerahkan RAM yang bermasalah. Setelah dicek, teknisi menggantinya dengan RAM baru, namun stok hari itu hanya tersedia satu. Kami konfirmasi dulu ke Mas Tyo dan Om Ahmad, dan mereka bilang tidak masalah. Kami pun meminta kwitansi sebagai bukti pengambilan RAM yang satunya.

Saat pulang, jalan di depan Mega Bekasi macet karena banyak truk besar lewat. Aku membawa motor pelan-pelan demi keamanan. Sebelum kembali ke markas, kami mampir sebentar ke Haus Keliling dan Sejuta Jiwa Keliling untuk membelikan titipan Mba Mardiah dan Mba Zahro.

Kami tiba di markas tepat pukul 16.00. Karena sudah waktunya, aku menulis blog dan membuat laporan kegiatan harian. Sebelum pulang aku sempatkan untuk menulis beberapa kwintasi petty cash.










Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *