Pagi ini aku memulai hari seperti kemarin: bangun pukul 5 pagi, lalu sholat dan bersiap-siap untuk berangkat. Sebelum pergi, aku juga sempat merapikan kamar terlebih dahulu.
Aku mengabari Syifa bahwa aku sudah siap, dan tak lama kemudian Syifa pun berangkat menjemputku. Sambil menunggu, aku mengisi waktu dengan belajar Bahasa Inggris di aplikasi Duolingo.
Tak lama setelah aku mulai belajar, Syifa tiba dan kami langsung berangkat bersama. Kami sampai di kantor pukul 07.42. Sesampainya di kantor, aku langsung membuka laptop dan melanjutkan belajar Duolingo melalui laptop. Hari ini aku masih berada di bab “Memesan Kamar Hotel”, dan misi harianku pun berhasil aku selesaikan.
Setelah itu, aku membantu Syifa menginstal Proxmox VE di PC. Kemarin Syifa sudah membuat bootable file ISO-nya, dan hari ini ia meminta bantuanku untuk proses instalasinya. Aku mengarahkan Syifa untuk menggunakan mode CLI, karena di sekolah kami memang sudah terbiasa menggunakan mode tersebut. Saat kami sedang menginstal, Mas Zaidan melihat dan berkata, “Wih keren, install-nya pakai CLI. Saya aja masih pakai GUI.” Aku menjawab sambil tertawa, “Hehehe, sudah terbiasa di sekolah pakai CLI, Mas.” Dan instalasi pun berhasil.

Aku kemudian mencoba meremote server-nya menggunakan laptopku, dan ternyata berhasil. Karena aku ingin menginstal Zimbra lagi, aku membutuhkan file ISO Rocky8. Awalnya aku berniat mendownload dari laptopku, tapi kemudian aku teringat bahwa ISO juga bisa diunduh langsung dari Proxmox VE. Aku pun memberi tahu Syifa untuk mendownloadnya, dan dia berhasil mengunduh beberapa file ISO-nya dari sana.
Setelah itu, aku membaca artikel Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan, berjudul “Serangan Dompet.” Garis besar dari artikel tersebut adalah:
Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel sebagai balasan atas serangan terhadap instalasi gas South Pars milik Iran. Instalasi tersebut sangat penting karena menjadi sumber pendapatan besar bagi Iran. Meskipun kerusakannya kecil dan cepat diperbaiki, Iran tetap melakukan serangan balasan. Israel menganggapnya sebagai hal biasa, tetapi tetap ada korban jiwa. Negara-negara sekitar pun ikut waspada karena khawatir perang akan meluas.
Kemudian aku melanjutkan mengupdate SOP TKJ, khususnya bagian tentang pemeriksaan spam quarantine, serta membuat dokumentasi informasi aktivasi.
Aku juga menuliskan beberapa kwitansi petty cash dan meminta tanda tangan dari pihak-pihak yang terlibat. Untuk memudahkan, aku menandai bagian yang perlu ditandatangani dengan pembatas buku berwarna.
Setelah itu, Mas Tyo meminta tim PKL untuk membantu memperbaiki format laporan BPJS, terutama pada bagian angka yang seharusnya menggunakan koma atau titik sebagai pemisah ribuan.
Lalu aku melanjutkan Course Devopsku yang kemarin sempat tertunda, aku masih ada di bab 12 FactorApp. Aku hari ini menonton 4 video dan masih ada 5 video yang harus di tuntaskan pada bab ini.
Aku baru teringat bahwa aku belum membuat dokumentasi instalasi Zimbra dan cara generate SSH Key di Linux untuk membuat tutorial pada SOP. Karena itu, hari ini aku mempersiapkan server-nya terlebih dahulu, dan rencananya akan aku mulai besok.
Terakhir, aku mengedit video reels Zeze Zahra yang akan di-upload hari ini. Proses editing ini dilakukan hanya beberapa menit sebelum video diunggah oleh Mbak Zahro, karena aplikasi CapCut sempat logout sendiri. Baru hari ini aplikasinya bisa login kembali dengan bantuan Mbak Zahro.
Dan selesai mengedit ternyata sudah jam 4 sore, yang dimana ini aku harus membuat laporan kegiatan dan menulis blog ini. Aku langsung melakukan itu dan mengirimnya dengan tepat waktu.
Leave a Reply