Antara Instalasi Zimbra dan Inspirasi dari Pak Umar

Pagi ini aku bangun kesiangan karena setelah salat Subuh, aku tertidur kembali dan baru bangun sekitar pukul 06.00 lebih. Aku langsung bersiap-siap untuk berangkat PKL. Setelah siap, aku mengabari Syifa bahwa aku sudah siap, dan Syifa pun langsung berangkat menuju rumahku.

Sesampainya di rumahku, kami langsung berangkat karena waktu sudah cukup siang. Kami tiba di kantor sekitar pukul 07.43.

Aku langsung membuka laptop dan mengerjakan misi harian di Duolingo. Saat ini aku berada di bab “Menggunakan Kata Keterangan Frekuensi”, yang masih berlanjut dari bab sebelumnya.

Setelah itu, aku membaca artikel di Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan berjudul “Ramu Umar”. Garis besar artikel ini adalah: Pak Umar Patek, mantan teroris Bom Bali, kini telah berubah dan menjalani hidup baru dengan membuka usaha kopi bernama Kopi Ramu di Surabaya. Ini menjadi simbol perubahan dari masa lalunya. Ia dibantu oleh drg. David dan aktif di komunitas fotografi makro. Pak Umar ingin menunjukkan bahwa ia telah meninggalkan radikalisme dan memilih jalan damai.

Kemudian, aku menyiapkan beberapa dokumen administrasi, mulai dari memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dipacking, hingga mencetak amplop pengiriman.

Aku juga memeriksa email masuk dan memilah mana yang asli dan mana yang palsu. Proses ini penting karena kesalahan dalam memilah email bisa berdampak besar.

Setelah itu, aku mulai menginstal Zimbra Network Edition (NE) sesuai rencana kemarin. Alhamdulillah, proses instalasi berjalan lancar tanpa kendala.

Namun, di sela-sela proses instalasi Zimbra, aku dipanggil oleh Mas Tyo ke lantai atas untuk mengikuti briefing singkat terkait perubahan SOP TKJ. Aku menyampaikan bagian mana saja yang perlu diubah, dan untuk mengeditnya aku harus menggunakan Asciidoc.

Setelah briefing, aku kembali ke tempat duduk dan melanjutkan proses instalasi Zimbra. Setelah selesai, aku membuat akun terlebih dahulu, lalu mencoba mengirimkan email—dan berhasil.

Dalam proses instalasi Zimbra NE ini, aku menggunakan panduan dari Om Ahmad melalui situs:
🔗 https://imanudin.com/2024/02/07/instalasi-zimbra-10-daffodil-network-edition/

Kemudian, aku mengedit video Zeze Zahra dan sekaligus merevisi video yang sebelumnya aku edit. Video ini disiapkan untuk stok konten selama hari libur besok.

Setelah proses editing selesai dan direvisi oleh Mbak Zahro—yang ternyata sudah sesuai—tinggal menunggu revisi dari Pak Bos. Aku langsung membuat laporan kegiatan ini dan menulis blog. Lalu, aku mengirimkannya tepat waktu.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *