Ketemu teman kelas

Mungkin sudah hampir seminggu aku dan Syifa tidak sarapan bersama, tetapi hal itu tidak mengganggu kami untuk tetap beraktivitas seperti biasa.

Hari ini aku bersiap-siap dengan cukup santai karena tidak sarapan bareng. Aku sarapan di rumah, kemudian merapikan kamarku, lalu menunggu Syifa sampai di rumahku. Setelah itu, kami langsung berangkat bersama.

Kami tiba di kantor pukul 07.33. Aku dan Syifa menunggu di depan kantor sampai Mbak Mardiah dan Mbak Lala datang. Setelah mereka sampai, aku pun masuk dan duduk kembali di tempatku.

Aku membuka laptop dan mengerjakan misi harian di Duolingo. Hari ini aku menyelesaikan bab sebelumnya dan berhasil menyelesaikan misinya dengan baik.

Setelah itu, kami mengikuti briefing dengan Pak Bos dan seluruh tim Excellent melalui aplikasi Zoom.

Kemudian, aku membaca artikel Disway yang ditulis oleh Bapak Dahlan Iskan berjudul Eksis Belum. Dari tulisan itu, aku bisa mengambil garis besar bahwa artikel tersebut membahas kebingungan struktur kekuasaan dalam pengelolaan BUMN setelah hadirnya entitas superholding Danantara. Secara teori, perusahaan BUMN kini memiliki dua pemegang saham: Kementerian BUMN (dengan satu lembar “saham Merah Putih” yang memiliki hak veto) dan Danantara (sebagai pemegang mayoritas). Namun, dalam praktiknya, peran Danantara belum tampak nyata.

Di sela-sela aku membaca artikel tersebut, Mbak Mardiah menghubungiku untuk mencetak beberapa dokumen administrasi, memberi stempel, serta menambahkan meterai. Mba Maridah juga memberitahuku untuk segera menyelesaikan tugas ini karena pekerjaan administrasi cukup padat hari ini.

Setelah selesai mencetak, memberi stempel, dan menempelkan meterai, aku mencetak amplopnya dan tinggal menunggu surat faktur yang masih dalam proses pembuatan oleh Mbak Nanda.

Sambil menunggu, aku melanjutkan mengerjakan course-ku.

Pukul 12.00, aku melaksanakan salat zuhur. Setelah selesai, aku mendapat kabar dari temanku yang juga sedang PKL bahwa ia sedang memasang access point di seberang PT. Excellent. Aku dan Syifa keluar sebentar untuk menemuinya. Setelah itu, kami kembali ke kantor untuk makan siang bersama seluruh tim Excellent, dan aku diminta memimpin doa sebelum makan.

Kemudian, Mbak Mardiah memanggilku untuk mencetak beberapa dokumen administrasi tambahan. Aku kembali memberi stempel, menempelkan meterai, dan meminta tanda tangan Pak Arif. Aku juga meminta tanda tangan Pak Afandi untuk mewakili Om Akoy.

Setelah itu, Mas Tyo memintaku membuat dokumen informasi aktivasi. Setelah selesai, aku kembali melanjutkan course-ku.

Pada bab terakhir, yaitu Bab 11: Gitignore dan subbab Pandoc, aku menemui sedikit kendala. Soalnya adalah: “Tambahkan file advert.html ke file .gitignore dan komit perubahan Anda dengan pesan yang dimulai dengan N:.” Saat itu, aku me-remote Ubuntu menggunakan Windows PowerShell, dan setelah menginstal Pandoc, aku ingin menjalankan perintah untuk menambahkan file tersebut ke .gitignore, namun direktori “webflyx” tidak muncul.

Aku mencoba remote menggunakan PuTTY, dan akhirnya berhasil. Ini adalah bab terakhir di course Git, dan aku telah menyelesaikannya. Aku langsung memberi tahu Mas Tyo bahwa aku sudah menyelesaikannya, dan beliau merespons, “Oke, sip”

Setelah menyelesaikan course-ku, aku langsung menulis blog ini dan membuat laporan kegiatan harian, lalu mengirimkannya tepat waktu. Setelah itu, aku bersiap-siap untuk pulang.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *