Pagi ini aku mulai hari dengan bikin todo list dulu, biar nggak kelupaan sama semua yang harus dikerjain.
Setelah itu, sekitar jam 8 pagi, aku sempatin baca catatan Disway yang ditulis sama Bapak Dahlan Iskan berjudul “Air Besi.” Cerita di catatan itu tentang Sanae Takaichi, perdana menteri wanita pertama Jepang yang terkenal tegas dan punya pemikiran ekspansif soal ekonomi. Dia melanjutkan semangat Shinzo Abe, dekat dengan Donald Trump, dan punya visi buat memperkuat pertahanan Jepang. Orang-orang pun menyebutnya “wanita besi” karena ketegasannya dalam memimpin.
Setelah selesai baca catatan itu, aku lanjut belajar bahasa Inggris pake Duolingo sambil ngumpulin poin buat misi harian. Kadang lucu juga sih kalau aku salah ketik atau salah pendengaran, tapi malah dari situ aku bisa tahu yang harus diperbaiki. Abis itu, aku cek jadwal kunjungan dan laporan PM, biar nggak ada yang kelewatan. Nggak lama, aku langsung ngecek task dari tim support, pengen tau ada progress apa belum.
Lanjut lagi, aku mulai ngikutin course Jenkins for Beginners. Di sub-bab Introduction and Basics, aku belajar dasar-dasar Jenkins buat CI/CD (Continuous Integration & Continuous Delivery). Di sini aku ngerti banget gimana Jenkins itu ngebantu otomatisasi build, test, dan deployment aplikasi, dan juga gimana cara hubungin Jenkins sama GitHub buat monitor perubahan kode. Ini bagian pertama yang ngasih pondasi dasar banget tentang cara kerja Jenkins dan Git di pengembangan software.
Abis istirahat siang, aku coba lagi fokus belajar buat ujikom. Kali ini aku mulai dari awal, ngebenerin konfigurasi yang kemarin. Aku coba konfigurasi route static, tapi malah nambahin OSPF ke route static—yang ternyata salah. Aku tanya ke kakak kelasku, katanya nggak begitu caranya.
Akhirnya, aku coba cari cara biar route static tetap bisa terkoneksi ke OSPF tanpa nambahin OSPF di router static. Setelah beberapa kali percobaan dan ketahuan ada typo di IP Address, aku coba lagi, tapi tetap aja gagal. Ping-nya masih keluar “no route to host” dan timeout. Aku coba cari solusi lagi, tapi akhirnya putuskan buat berhenti dulu jam 3 sore dan lanjutin kerjain yang lain.
Aku lanjut lagi ke course Jenkins. Di sub-bab Jenkins Setup and Interface, aku belajar tentang arsitektur Jenkins dan cara setup-nya, termasuk Master-Slave setup dan opsi instalasi lainnya kayak pake Docker atau manual installation.
Selain itu, aku juga ikut demo instalasi Jenkins dan belajar tentang antarmuka penggunanya. Di sini aku dapet pemahaman tentang jenis proyek yang bisa dibuat di Jenkins, kayak Freestyle projects dan Pipeline projects. Belum selesai sih, masih ada 2 lab lagi, tapi mungkin aku lanjutin besok aja.
Karena udah jam 4 sore, akhirnya aku mulai nulis blog ini dan nggak ketinggalan juga nulis laporan kegiatan di mail Zimbra. Jadi, semua progress dan update bisa langsung aku kirim ke tim. Hari ini cukup padat, tapi seru juga, apalagi kalau bisa produktif gini. Besok masih banyak yang harus dikerjain, semoga bisa lanjut lancar.
Makasih udah baca blogku, dan nggak bosen-bosen ya!
Leave a Reply