SSH Error, Duolingo, dan Dua Catatan Bapak Dahlan Iskan

Pagi ini aku bangun jam 6 (belum sempat salat), lalu langsung bersiap-siap untuk berangkat PKL. Entah kenapa, pagi ini aku terpikir, “Sudah 4 bulan ya aku PKL di sini. Senang banget rasanya, pengen deh lama-lama di sini (wkwkwk).” Aku juga mulai memikirkan soal menyicil laporan PKL, karena kalau dihitung-hitung, masa PKL-ku akan selesai di bulan September.

Setelah selesai bersiap, aku turun ke bawah. Di meja makan, aku lihat ayah sudah menyiapkan nasi kuning untuk bekalku hari ini. Aku masukkan nasi itu ke tempat bekal, lalu menyiapkan minum juga.

Tak lama kemudian, Syifa mengabariku bahwa dia sudah otw. Sambil menunggu, aku belajar Bahasa Inggris dulu lewat Duolingo. Sekitar 15 menit kemudian Syifa sampai di rumahku. Eh, ternyata cuaca di luar sedang gerimis. Aku ambil sandal cadangan dan menaruhnya di jok motornya Syifa, buat jaga-jaga.

Kami berangkat PKL jam 07.20. Di jalan, kondisi licin dan banyak genangan air, jadi aku bawa motor pelan-pelan dengan kecepatan sekitar 40 km/jam.

Sampai di markas jam 07.50, aku langsung menyiapkan barang-barangku, membuka laptop, dan lanjut belajar Duolingo lagi. Alhamdulillah, misi harian hari ini selesai dengan baik.

Setelah itu, aku baca dua catatan Disway yang ditulis oleh Pak Dahlan Iskan. Awalnya aku sempat bingung, “Loh, Pak Dahlan Iskan posting dua catatan sekaligus? Wow, keren!”

Catatan pertama berjudul “Serba Utara”, yang intinya menggambarkan bagaimana dunia selalu memandang utara sebagai pusat kemajuan, sementara selatan dianggap pinggiran. Saat Pak Dahlan berkunjung ke Perth, ia teringat peta terbalik di kantor pejabat Australia sebagai simbol semangat membalik keadaan. Ia juga bercerita tentang buku yang dibacanya di Bali, tentang seorang guru yang dipenjara karena kekuatan podcast. Kini, melihat Perth yang semakin maju, ia merasa selatan pun bisa bangkit dan bersaing.

Catatan kedua berjudul “Jadi Tersangka”, isinya tentang alasan Pak Dahlan menggugat Jawa Pos karena ia butuh dokumen perusahaan untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus sengketa saham Tabloid Nyata—bukan saham Jawa Pos. Meski sudah keluar sejak 2009 karena tugas negara di PLN, publik masih mengira beliau pemimpin Jawa Pos. Ia menceritakan dedikasinya, sejarah saham, dan konflik yang muncul karena pimpinan baru tidak tahu sejarah itu. Sengketanya disidangkan secara perdata, meski sempat muncul kabar bahwa beliau jadi tersangka.

Hari ini aku juga mengerjakan tugas administrasi di PT Excellent Infotama Kreasindo. Tugasnya antara lain memberi stempel dan meterai, meminta tanda tangan direksi, menyiapkan dokumen untuk dipacking, serta mencetak amplop pengiriman. Semua tugas itu harus selesai sebelum pukul 3 sore.

Aku juga sempat memeriksa email masuk dan memilah mana yang asli dan mana yang palsu—karena salah memilah bisa berdampak serius.

Selain itu, aku juga sempat mengedit video reels Zeze Zahra yang akan diunggah ke media sosial. Hari ini aku mengedit 2 video. Setelah video dikirim ke Mbak Zahro, ternyata masih ada revisi judul dari Pak Bos dan revisi durasi dari Mbak Zahro. Aku langsung memperbaikinya dan mengirim ulang ke Mbak Zahro.

Awalnya aku berniat melanjutkan instalasi Zimbra di server MTA, tapi entah kenapa SSH ke server Mbox dan LDAP tidak bisa. Aku pun mulai mencari solusi di berbagai website dan juga lewat ChatGPT. Aku disarankan untuk restart/reboot server. Sudah aku coba beberapa kali, tapi tetap tidak bisa diremote/SSH.

Tiba-tiba, lewat ChatGPT (akun berbeda), aku mendapatkan solusi yang sepertinya bisa diikuti. Aku coba ikuti langkahnya dan melakukan reboot. Alhamdulillah, akhirnya berhasil.

Setelah reboot server selesai, aku lanjutkan course DevOps-ku. Hari ini aku menyelesaikan 2 latihan dan 1 materi di subbab Source Control Management.

Aku juga sempat menuliskan beberapa kwitansi petty cash untuk bulan Juli dan memindai (scan) beberapa dokumen aktiva.

Karena jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, aku langsung menulis blog ini dan membuat laporan kegiatan melalui email Zimbra dan aku mengirimnya dengan tepat waktu.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *